image_pdfimage_print

LPBINU-kediriBerdasarkan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang bahwa cuaca ekstrem, dan intensitas hujan masih mengancam wilayah Kabupaten dan Kota Kediri saat ini hingga April 2019 mendatang.

Menyikapi hal tersebut ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Kediri, Adhi Sutrisno menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dengan mempedulikan kondisi sekitar, ada banyak cara, misalnya dengan mengurangi dahan yang dinilai mengancam tempat tinggal, waspada banjir dengan cara membuang sampah tidak sembarangan,” Ungkapnya

Selain itu, Adi juga mengingatkan bahwa pada April 2019 mendatang akan ada perhelatan pesta demokrasi, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden, sebagai antisipasi sebaiknya Tempat Pemilihan Suara (TPS) berada di dalam ruangan (indoor).

“Semoga para petugas dapat menghindari memakai terob atau tenda karena dikhawatirkan ditengah-tengah pemilihan dan penghitungan suara terjadi hujan deras disertai angin kencang,” Ungkap Adi

Adi mengatakan, perlunya mengantisipasi dan siaga menyikapi informasi dari BMKG Karangploso Malang pada bulan April nanti dengan analisa hujan di Kota Kediri sebagai berikut: sifat hujan di kota kediri bulan Pebruari :  diatas normal 116-150 % curah hujan : 401-500 mm sifat hujan di kota kediri bulan Maret: normal 85-115% curah hujan : 301- 400 mm sifat hujan di kota kediri bulan April : diatas normal 116-150 % curah hujan : 401-500 mm

Waspadai Cuaca Ekstrem Jelang Pileg dan pilpres, Ini yang Dilakukan LPBI NU Kediri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>