image_pdfimage_print

LPBINU-SCTV

Untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme dalam peliputan kebencanaan, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menggelar Kelas Relawan dengan materi “Peran Media dalam Peliputan Bencana” dan menghadirkan pemateri dari SCTV, David Rizal seorang presenter program Liputan 6 Pagi SCTV dan reporter lapangan kebencanaan.

Dalam materinya, David menyampaikan tentang pentingnya peran media dalam peliputan bencana, keterlibatan reporter dan jurnalis yang dapat memberikan informasi dan pembelajaran bagi masyarakat berupa informasi yang akurat dan objektif.

“Tugas seorang jurnalis atau reporter tidak hanya menjadi informan, menyampaikan informasi kepada publik, menginformasikan kebutuhan korban, akan tetapi keterlibatan jurnalis atau reporter juga harus multitalent, juga harus bisa membantu menjadi relawan menyalurkan bantuan,” kata David

Jurnalis juga harus tahu pemetaan di lapangan seperti apa, ketika mengambil gambar jenazah tidak boleh secara vulgar, apalagi ketika melihat wajahnya. Apalagi berupa bagian tubuh korban. Juga harus tahu keadaan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Sehingga dapat terekam serta tersampaikan melalui pemberitaan secara akurat.

“Reporter atau jurnalis bukan hanya di depan kamera, akan tetapi juga harus bisa behind camera, karena itu akan menjadi nilai lebih sebagai jurnalis, di SCTV saat ini terus melakukan regenerasi untuk mencari reporter yang tidak hanya bisa melaporkan tapi juga harus bisa mengambil gambar,” paparnya

Menurut presenter yang sudah meliput kebencanaan di berbagai negara itu, reporter atau jurnalis harus kuat mental, harus siap menghadapi keadaan di lapangan, karena sewaktu-waktu akan terjadi bencana susulan.

Seperti pengalaman saat ia meliput di Nepal, ketika hendak istirahat tiba-tiba terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 Skala Richter (SR), tentu hal tersebut menurutnya sangat berbahaya dan menakutkan, namun perlu dipahami siapa yang terlebih dahulu yang harus kita selamatkan.

David menjelaskan bahwa peran media sosial sangat penting, apalagi untuk milenial harus lebih eksis dengan kamera handphone, karena menurutnya kalau dari kamera DSLR prosesnya agak panjang, sehingga reporter atau jurnalis ketika di butuhkan kita harus gerak cepat, oleh karena itu reporter harus awere terhadap media sosial,

“Sosmed itu sangat penting, saya pernah membuat story di instagram, saya swipe di pengungsian sambil menyapa masyarakat terdampak, kemudian ada yang capture dan direct message (DM) saya, melingkari wajah yang ada dalam story tadi, dia bilang tolong konfirmasi sepertinya itu kakak saya, kakak saya tinggal di Sentani, sudah seminggu hilang kontak karena kejadian bencana tersebut, ” ungkapnya

Setelah di konfirmasi, lanjut David, saya datangi lokasi tersebut, ternyata benar. Dan akhirnya hal tersebut menjadi konten berita.

Ali Yusuf, Ketua LPBI NU mengatakan Kelas Relawan yang digelar setiap hari Jumat dengan materi dan narasumber yang berbeda tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan sesuai tupoksinya.

Tingkatkan Kapasitas Relawan, LPBI NU Hadirkan Presenter SCTV

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>