image_pdfimage_print

LPBINU-Gunung Agung

Dalam kejadian bencana alam, yang sering terlupakan adalah perkembangan kejiwaan anak-anak pengungsi, mereka sering terabaikan utamanya hak pendidikan dan bermainya.

Maka kehadiran tim assesment yang dikirim dipandang sangat penting, mereka adalah tim advance yang akan mengkaji secara mendalam tetapi dengan waktu terbatas.

Selain memprediksi segala kebutuhan pengungsi, tim tersebut juga mengkaji dampak psiklogis pengungsi kalau terlalu lama tinggal di pos pengungsian.

Dan yang paling rentan tentu saja anak dan balita, mereka biasa bersekolah, sekarang harus mengungsi

Tentu ada sesuatu yang hilang dalam keseharian, sehingga dalam waktu yang lama bisa menurunkan semangat belajar.

Salah satu personil tim assesment LPBI NU mengambil inisiatif dengan melatih anak-anak pengungsi dengan membuat kerajinan dari bahan baku kertas koran.

Caranya, pertama,  kertas koran (bekas) itu dipilin (dilinting) kemudian  kertas koran yang sudah dipilin itu dililitkan ke media lain seperti pulpen atau botol bekas.

Hasilnya, selain jadi karya seni yang artistik,  maka hal itu  dapat menjadi cara untuk ‘trauma healing’.

“Sebenarnya kegiatan ini akan dilaksanakan sore hari. Tapi ketika saya mempersiapkan bahan, eh ternyata anak-anak tertarik dan langsung mau belajar ” . Kata Yudianto yang akrab di panggilan Dasa Yoga, karena dia adalah instruktur Yoga.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga sebagai sarana  ‘belajar sambil melakukan’ (learning by doing).

“Melinting (memilin) kertas koran juga cara belajar dan bermain untuk melatih fokus dan kelenturan tangan atau funsi motorik,” terang dia di pengungsian bencana Gunug Agung, Karang Asem, Bali.

Untuk itu, Dasa Yoga  berharap setiap aksi dan gerak yang dilakukan LPBI NU dapat bermakna dan bermanfaat.

“Hasil karya anak-anak pengungsi ini sekarang sudah berhasil membuat 12 pulpen, padahal baru belajar kurang dari satu jam,” pungkas aktivis di Bank Sampah Nusantara (BSN)  itu.

Sumber: http://www.polanusa.com

Tim LPBI NU Latih Anak-Anak Pengungsi Membuat Prakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>