image_pdfimage_print

LPBINU TubanSekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 45 Tambakboyo menggelar kegiatan simulasi penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2019. Jumat, (26/04/2019).

Kegiatan yang di prakarsai oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Cabang Tuban itu mempraktekkan tiga hal, meliputi penerapan Early Warning Sistem (EWS), membuat jalur evakuasi, dan melakukan penerapan Standar Operational Prosedur (SOP) siaga bencana, dengan melibatkan seluruh peserta didik beserta guru di sekolah tersebut.

Simulasi tanggap darurat tersebut dilakukan dengan membuat sejumlah titik api terlebih dahulu, kemudian beberapa siswa melihat kobaran api, selanjutnya para siswa tersebut berbagi tugas, ada yang berteriak-teriak meminta bantuan, dan lainya berlari menuju sekretariat sekolah untuk memberikan laporan dan yang terakhir memberikan woro-woro dengan menabuh lonceng darurat.

Mendengar lonceng darurat, seluruh siswa yang berada di dalam kelas berhamburan keluar dengan membawa berbagai dokumen berharga menuju titik kumpul evakuasi yang dipusatkan di halaman sekolah.

Karena panik, beberapa siswi berpura-pura mengalami pingsan, sehingga tim pemadam langsung bergegas menolong dan menyerahkannya kepada tim medis untuk selanjutnya dilakukan perawatan. Evakuasi berjalan dengan cepat, lancar, dan tidak ada korban jiwa.

Menurut Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU 45 Tambakboyo, Putut Sudiyono mengatakan, kegiatan simulasi ini dalam rangka untuk memberikan bekal kepada siswa-siswi, sehingga nantinya dimanapun mereka berada, dapat siap menghadapi bencana, minimal dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

“Simulasi ini untuk memberikan bekal kepada para siswa kami agar nantinya dapat tanggap ketika terjadi bencana,” ujar Putut.

Dengan adanya kegiatan simulasi ini, pihaknya berharap agar seluruh siswa-siswi nantinya, dimanapun berada dapat menularkan pengetahuannya ini kepada keluarga, saudara, tetangga, dan juga teman-teman terdekatnya.

“Kami berharap pengetahuan tentang bencana ini dapat dipahami seluruh siswa sejak dini, dan dapat menularkannya kepada orang lain, termasuk orang-orang terdekatnya,” paparnya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Cabang Tuban, Moh. Humam menerangkan bahwa, kegiatan ini bersamaan dengan HKBN tahun 2019, untuk itu adanya simulasi ini juga merupakan langkah awal dari penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), untuk memberikan pengetahuan sejak dini kepada para pelajar, khususnya di Jawa Timur.

Selanjutnya, simulasi serupa juga akan dilaksanakan di seluruh sekolah yang berada dibawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif. Agar seluruh masyarakat mengerti apa yang harus dilakukan ketika terjadi hal demikian.

“Alhamdulillah pelaksanaan simulasi ini berjalan dengan sukses, dan semoga kedepan dapat bermanfaat bagi masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Sumber: https://m.tuban.suaraindonesia.co.id

 

Terjadi Kebakaran, Seluruh Siswa SMK Ma’arif Tambakboyo Berhamburan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>