image_pdfimage_print

Pengalaman memprihatinkan tiga tahun silam, saat Kudus sempat terisolasi karena banjir besar menjadi pelajaran berharga.

Kondisi itu menyadarkan perlu adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait kedaruratan penanggulangan bencana. Apalagi Kabupaten Kudus merupakan daerah rawan bencana.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Noor Yasin dalam lokakarya di aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Selasa (12/12). Lokakarya diikuti berbagai instansi, organisasi perangkat daerah Pemkab Kudus, Polres, Kodim, hingga sukarelawan.

Kegiatan ini difasilitas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerjasama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. ”Akses jalan di wilayah pantura yang terganggu menjadikan Kudus sulit diakses pada saat itu. Kondisi ini memprihatinkan sekali,” ucap Yasin.

Karena itulah, pembangunan infrastruktur yang disokong penyusunan SOP kedaruratan menengani bencana, menjadi hal yang penting. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana mengungkapkan, Jateng merupakan provinsi yang memiliki kerawanan tinggi bencana.

Dari total 34 kabupaten/ kota, 22 daerah masuk kategori berisiko tinggi, 11 sedang, dan satu daerah memiliki kerawanan rendah. Adapun Ketua LPBI NU, M Ali Yusuf menyatakan, lokakarya ini merupakan bagian program penguatan pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam kesiapsiagaan menuju kedaruratan bencana yang cepat, tepat dan efektif.

Tujuan dari kegiatan penyusunan SOP kedaruratan bencana, untuk mengetahui kesenjangan terkait kesiapan manajemen krisis yang mungkin terjadi di daerah. Lalu, membangun konsep manajemen krisis di daerah dalam menghadapi situasi darurat.

Memberikan pengetahuan tentang metode atau teknis penyusunan SOP di bidang penanggulangan bencana, terutama penanganan situasi darurat. Kemudian, memberikan pengalaman, praktik, serta proses pembelajaran dalam penyusunan SOPdi masing-masing unit kerja dalam struktur organisasi komando tanggap darurat.

”Selain penyusunan SOP kedaruratan di tingkat kabupaten, LPBI NU juga mendampingi penyusunan rencana kontinjensi banjir tingkat desa di kabupaten Kudus,” ucap Yusuf

Tak Ingin Kembali Terisolasi, BPBD Kudus Susun SOP Kedaruratan Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>