image_pdfimage_print

bankSampahNusantaraSemesco2Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) akan memfasilitasi komunitas daur ulang barang bekas dibawah naungan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBI PBNU) untuk memasarkan produknya.

Pemasaran produk daur ulang tidak sekedar di ruang pamer galeri WOW Smesco tetapi juga memanfaatkan akses atau jaringan lainnya.

“Menjadi tugas kami untuk membantu memasarkan produk UKM,” kata Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Zabadi di sela kegiatan Smesco Glow Ramadhan Festival.

Diakui belakangan banyak kreatifitas masyarakat muncul untuk memanfaatkan barang bekas menjadi produk daur ulang. Selain mengatasi persoalan sampah, produk daur ulang sesungguhnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menghasilkan uang.

Sayangnya, lanjut Ahmad Zabadi, banyak komunitas daur ulang yang menghadapi kendala pemasaran. Akibatnya pelaku UKM produk daur ulang menjadi sulit berkembang.

DAUR ULANG

Padahal diakui Ahmad Zabadi, produk daur ulang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Produk-produk tersebut umumnya justeru bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Seperti tas, dompet, tempat buku, tempat pensil dan lainnya.

Ahmad Zabadi menambahkan, saat ini lembaganya fokus untuk membina para pelaku di bidang pengolahan limbah untuk bisa memproduksi barang-barang yang dibutuhkan dan diminati masyarakat. Jadi, bukan sekadar apa yang mampu mereka buat, tapi juga memproduksi apa yang diperlukan pasar.

Hal tersebut dilakukan agar produk-produk dari hasil olahan sampah atau limbah mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Intinya jangan sampai mereka produksi, tapi tidak ada yang membeli,” ujar Ahmad Zabadi.

Sementara itu Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBI NU) M. Ali Yusuf, mengatakan pihaknya selalu aktif merangkul berbagai komunitas yang memiliki misi dan visi pengolahan sampah melalui kegiatan daur ulang. Sambil tetap membina masyarakat, termasuk sejumlah santri-santri pesantren, untuk terlibat aktif dalam kegiatan atau proses pengelolaan sampah.

Diakui menjual produk daur ulang memang tidak mudah karena pangsa pasarnya yang terbatas. Namun dari kegiatan daur ulang, hal lain yang bisa terselesaikan adalah keselamatan lingkungan.

Data menunjukkan di DKI Jakarta saat ini terdapat 7000 lokasi sampah. Dari jumlah tersebut dinas kebersihan paling hanya bisa mengakut 5 ribu titik sampah. Sisanya ada di kali, parit-parit, yang akan menjadi bencana kalau tidak kita olah.

“Kalau tak diolah, sampah tentu akan memberikan bencana kepada masyarakat. Tapi bila mengerti cara mengolahnya, sebaliknya, sampah bisa menjadi berkah untuk mereka,” pungkasnya.

Smesco Fasilitasi Penjualan Produk Daur Ulang LPBI NU

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>