LPBINU-Dongeng-nusantaraUntuk mendukung layanan psikososial korban bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, Nahdatul Ulama (NU) Peduli melakukan Program Child Center Space (CCS) atau Pondok Ramah Anak (PRA) yang bekerja sama dengan Pemerintah Dinas Perlindungan, Perempuan dan Anak (DPPA) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Koordinator CCS Nahdatul Ulama Peduli Zuliati, mengatakan hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap korban pasca bencana, khususnya dukungan psikososial dalam memulihkan psikologis anak-anak.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memulihkan kondisi psikologis anak ke kondisi semula sebelum terjadinya bencana” kata perempuan yang akrab disapa Zuli

Zuliati menjelaskan bahwa Rumah psikososial tersebut tidak hanya lintas jalan dalam artian satu kali datang terus selesai, tapi kegiatan dan program yang diberikan juga sudah terstruktur, seperti Psychosocial Structural Activity (PSSA), Psychological First Aid (PFA), edukasi, keagamaan, dan rekreasional.

“Adapun fasilitatornya, adalah mereka yang mendapatkan rekomendasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulteng, Kordinator Posko NU dari masing-masing wilayah setempat, dan mereka yang mempunyai basic pendampingan pada anak seperti guru” Kata Zuli

Menurut perempuan kelahiran Lamongan itu, program ini sudah berjalan sejak Oktober 2018 hingga berakhir di April 2019 nanti dan semoga program ini dapat terus berlanjut, meskipun program ini berakhir pada april 2019 mendatang, agar anak-anak tidak merasa kehilangan dan terus semangat untuk bangkit.

Zuli mneyebutkan program ini berada di sepuluh titik wilayah kerja NU Peduli dan Child Fund, di antaranya di Lende Ntovea, Kecamatan Sirenja, dan Limboro, Kecamatan Tana Ntovea, Kabupaten Donggala, Sulteng, dengan dukungan semua fasilitas yang diadakan dan diperuntukan khusus bagi warga sekitar.