image_pdfimage_print

save-lpbinuUpaya membangun ketangguhan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim yang berpihak pada anak menjadi program utama Save The Children dan Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBI NU Jawa Barat) Dan Google Bersama fasilitator komunitas desa dan sekolah, mereka menggelar sosialisasi bagi masyarakat, salah satunya dilaksanakan di Aula kantor Desa Cikawungading, Kec. Cipatujah Kab. Tasikmalaya, Senin (20/7/2020).

Kegiatan di Desa Cikawungading sendiri dikuti 35 orang peserta yang berasal dari beragam latar belakang, seperi Peserta : Perangkat desa dan para Kadus,Kepala Puskesmas Pembantu, Bidan Desa, Karang Taruna, BPD, LPM, Kepala Sekolah SDN Cikawungading, Tokoh Masyarakat, Kepala BKSDA Bid. Konservasi SDA Wilayah III, Ketua Perkumpulan Masyarakat Pecinta Lingkungan, Pendamping Desa perwakilan perempuan Desa Cikawungading.

Dua narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut masing- masing Petrasa Wacana dari Save the Children sekaligus DRR Project Manager dan Asep Saepuloh dari LPBI NU Jawa Barat, secara khusus mengingatkan pentingnya penguatan kesadaran untuk terwujudnya ketangguhan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim terutama bagi kalangan anak, menurut keduanya, selain membutuhkan pengetahuan orang tua dalam penangan dan perlakuan yang humanis, aman dan kedepankan psikologis kepada anak saat terjadi bencana hingga perubahan iklim.

Dijelaskan Petrasa Wacana dan Asep Sapulloh, Save the Children juga Mengkampanyekan Gerakan Pulih Bersama melalui 7 dampak resiko dan 7 aksi dalam penanganan resiko yang berdampak pada Anak, diantaranya 7 Resiko ,Anak yang kehilangan Orang tua karena Covid 19,Anak yang orang tuanya kehilangan mata pencaharian selama pandemi, anak yang sulit mengakses layanan pendidikan berkualitas selama pandemi, anak yang rentan mendapat kekerasan dan eksploitasi selama pandemi, anak yang sulit mendapatkan akses layanan kesehatan dasar selama pandemi, Anak yang tinggal dikawasan rawan bencana selama pandemi serta terbatasnya dukungan bagi anak disabilitas selama pandemi.

Sementara untuk AKSI yang dilakukan adalah, memastikan anak mendapat pengasuhan yang layak,memberikan bantuan sosial untuk orang tua yang kehilangan pekerjaan, memastikan kesetaraan akses pada layanan pendidikan yang berkualitas, Pencegahan dan respon kekerasan pada anak, memastikan anak mendapatkan layanan kesehatan yang layak, prioritaskan anak yang tinggal dikawasan rawan bencana dan memastikan hak-hak anak disabilitas terpenuhi.

”Acara ini merupakan bagian dari pilot project di tiga Kabupaten Se Jawa Barat yaitu Kab. Bandung, Bandung Barat dan Kab. Tasikmalaya yang diwakili sebagai 3 desa percontohan masing-masing Desa Sindangkerta, desa Cikawungading dan desa Mandalajaya,” jelas keduanya.

Ryan Andriyana Putra, Fasilitator Save The Children Ds. Cikawungading dalam kesempatan tersebut menyampaikan,selain menggelar sosialisasi kepada masyarakat untuk diberikan pemahaman melaksanakan sejumlah langkah dalam mengurangi resiko jika terjadi bencana, beragam acara lainnya juga dilakukan seperti melakukan Sosialisasi edukasi kepada masyarakat terutama ketaatan menjalankan protokol kesehatan seperti ketaatan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dan juga perilaku hidup bersih dan sehat serta selalu mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dikatakan Ryan, pikahnya sebagai fasilitator desa dan sekolah akan terus mensosialisasikan ketangguhan masyarakat yang notabane masyarakat kurang peduli terhadap dampak yang terjadi ketika bencana itu terjadi, agar masyarakat bisa mengurangi dampak resiko ketika terjadi bencana dengan selalu siap dan sigap ketika bencana terjadi apa yang harus dilakukan terutama keberpihakan pada anak.

“Semoga dengan hadirnya Fasilitator Save the Children yang berada diwilayah dampingan khususnya di Kab. Tasikmalaya salah satu Kabupaten yang menjadi Pilot Project di Provinsi Jawa Barat, yaitu Desa Sindangkerta dan Cikawungading Kec. Cipatujah serta Desa Mandalajaya Kec. Cikalong bisa memberi manfaat khususnya bagi warga komunitas masyarakat dan sekolah serta membantu Pemerintah dalam Membangun mental jiwa yang tangguh,”pungkasnya.

Save The Children, LPBI NU Jabar dan Google Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim yang Berpihak Pada Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>