sarasehan-kebencanaan-LPBINUSarasehan Kebencanaan Regional Sumatera Nahdlatul Ulama (NU) menelurkan sembilan rekomendasi penanggulangan bencana. Rekomendasi itu selanjutnya akan dibawa ke Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Banjar, Jawa Barat, 7 Februari 2019.

Perumusan sembilan rekomendasi penanggulangan bencana ini berlangsung dalam acara sarasehan di Whiz Prime Hotel, Bandar Lampung, Selasa (5/2/2019).

Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah NU Lampung yang juga Sekretaris Panitia Sarasehan, Maskut Candranegara, menjelaskan, satu dari sembilan rekomendasi itu berupa penyusunan peta risiko kebencanaan berbasis daerah di seluruh wilayah Indonesia.

“Kemudian, perlu penyusunan pedoman kesiapsiagaan dan pengelolaan manajemen kebencanaan di lingkungan NU. Perlu juga pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan dan mitigasi, serta pengelolaan manajemen kebencanaan, terutama di wilayah risiko tinggi bencana,” paparnya.

Rekomendasi berikutnya, ungkap Maskut, perlunya pelatihan kompetensi sumber daya manusia untuk menunjang NU Peduli, yang mengacu standar World Health Organization (WHO).

“Lalu, pengembangan NU Peduli sebagai badan khusus kemanusiaan NU di bawah PBNU (Pengurus Besar NU). Dengan klaster utama LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU), LPBINU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU), LKNU (Lembaga Kesehatan NU), LP (Lembaga Pendidikan) Maarif NU, LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU), serta klaster lainnya yang dipandang perlu,” jelasnya.

Maskut melanjutkan, pada rekomendasi keenam, peserta sarasehan memandang penting pengembangan model kepedulian kemanusiaan. Sasarannya adalah kelompok rentan, seperti bayi dan balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. Terutama lagi kelompok miskin di wilayah termiskin, tertinggal, dan terluar.

“Ketujuh, perlu pengembangan jaringan NU Peduli dengan kelompok kemanusiaan lainnya secara nasional, regional, dan internasional dalam upaya kepedulian terhadap masalah kemanusian secara luas,” terangnya.

Rekomendasi kedelapan, lanjut Maskut, perlu peningkatan kemitraan NU Peduli dengan pemerintah, badan usaha milik negara, dan perusahaan swasta. Tujuannya untuk mengembangkan kegiatan kemanusiaan di lingkungan NU dan masyarakat secara luas.

Sumber: http://lampung.tribunnews.com