kebakaran-lpbiGempa berkekuatan 6.2 magnitudo terjadi di Kabupaten Blitar pada pukul 19.09 WIB, Jumat (21/05/2021). Hal ini menimbulkan banyak kerusakan baik fasilitas umum maupun rumah warga Kabupaten Blitar.

Menurut Keterangan Calvin Arianto, Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar sementara ada 3 kecamatan yang terdampak cukup parah, diantaranya Kecamatan Wates, Kecamatan Binangun dan Kecamatan Selopuro.

“Data sementara yang terdampak di Kecamatan Wates, Kecamatan Binangun dan Kecamatan Selopuro, namun untuk data lengkapnya masih menyusul,” ungkapnya.

Sementara Hanafi, warga setempat menjelaskan, untuk di Kecamatan Wates terjadi kerusakan pada fasilitas umum. Di antaranya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Kepolisian Sektor (Polsek) Wates dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MtsN) Mojorejo, Kecamatan Wates. Kerusakan berupa plafon runtuh dan tembok retak yang masuk dalam kategori sedang.

Dari data semetara yang masuk di Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Blitar ada sejumlah rumah warga terdampak, di antaranya:

Rumah milik Muali di Desa Sumberagung RT 02 RW 03 Kecamatan Panggungrejo dengan kondisi genteng rontok. Kemudian rumah milik Ahmad Irfan di Dusun Ploso RT 3 RW 4 Desa Ploso dengan kondisi teras rumah roboh.

Selain itu, rumah milik Sakroni/ Mbah Mubah di Pucungsari  Kidul RT 02 RW 02 Slorok Garum rusak di bagian teras rumah. Selanjutnya, rumah milik Jazuli di Jabung RT 05 roboh. Sedangkan rumah milik Tukinem di Dusun Buneng RT 04 RW 03 Desa Boro Kecamatan Selorejo dindingnya roboh.

Imam Karya Bakti, Ketua LPBINU Kabupaten Blitar menyampaikan, malam ini pihaknya bersama PC Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kabupaten Blitar akan melakukan assesment di lokasi terdampak gempa.

“Besok pagi kita akan salurkan bantuan, disusul dengan aksi  tanggap darurat. Besar kemungkinan  rehabilitasi atau hunian sementara (huntara) bagi korban rusak berat,” pungkasnya.