Profesor Tom Hilde dari Maryland University, USA bersama 20 mahasiswa dan mahasiswi program doktoralnya pada hari Rabu, tanggal 19 Januari 2016 mempresentasikan penelitian mereka tentang local resilience and sustainability di Indonesia. Penelitian ini lebih khusus mengenai Subak di Bali dan Panglima Laut di Aceh.  Penelitian di Subak terkait dengan pertanian dan Panglima Laut untuk kelautan.

Adapun topik diskusi yang diangkat dalam Diskusi yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan lantai 5 gedung PBNU tersebut adalah “Socio Ecological System and Sustainable Development in Indonesia”.

 AkBgzY5dIAADmG2eepjcGjjsCh12mYRorUEwD8GQRFq5

Dalam kesempatan tersebut, Profesor Tom Hilde menyatakan kagum dengan peran NU dalam deradikalisasi paham Islam yang merusak. Dia terkejut karena NU juga ternyata concern dengan isu-isu sustainability khususnya pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim.

Mereka setuju pentingnya local leaders untuk menghalau tangan-tangan asing yang masuk ke dalam “local cultural space“. Termasuk terkait larinya pekerja pertanian ke sektor lain yang menggiurkan, sehingga semakin tertekannya sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, berbagai kebijakan dan teknik adaptasi perubahan iklim sesungguhnya dapat dipelajari dari konteks dan kebutuhan lokal. “Orang-orang terbaik yang bisa mengajari kita adalah mereka yangg paham konteks dan kebutuhan tersebut” kata Profesor Tim Hilde.

Menurut Profesor Tom Hilde, adaptasi itu jauh lebih mungkin dicapai lewat bottom up, sementara mitigasi bisa dicapai dengan pendekatan top down.

Dalam diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut diikuti oleh 35 orang peserta yang berasal dari pengelola dan anggota Thamrin School dan para pengurus dari PP LPBI NU. Pada sesi akhir, semua peserta sepakat untuk menindaklanjuti diskusi dengan beberapa kemungkinan kerjasama di antaranya melakukan riset bersama terkait perubahan iklim dan fasilitasi people to people untuk share knowledge baik dari Washington maupun dari Indonesia.