image_pdfimage_print

lpbinu-keolah lingkungan

Dalam rangka memberi panduan bagi para tokoh agama untuk memelihara lingkungan, Puslitbang Kehidupan Keagamaan bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyusun Modul Pengelolaan Lingkungan oleh Komunitas gama. Modul tersebut diujicobakan di tiga daerah yaitu Kota Pekalongan (Jawa Tengah), Kabupaten Sungai Liat (Bangka Belitung), dan Kabupaten Bandung (Jawa Barat). Pengujian draft modul dibutuhkan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan modul, serta sejauhmana efektivitasnya ketika dipraktekkan dalam workshop (training) bagi para tokoh agama di daerah.

Teknis pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Khusus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Dalam laporannya Selasa (21/09/16) Kakemenag Kabupaten Bandung Dah Saepullah sebagai Ketua Pelaksana menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Puslitbang Kehidupan Keagamaan menunjuk Kabupaten Bandung sebagai salah satu dari tiga daerah terpilih di Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bertempat di Citere Resort Hotel Pangalengan, Uji Modul yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 21 s/d 23 September 2016 ini diikuti 30 orang peserta dengan komposisi : Penyuluh Agama 8 orang, Pimpinan Majelis Taklim 4 orang, Tokoh Agama/Pimpinan Ormas Keagamaan 8 orang, Pimpinan pesantren 4 orang, Unsur Kemenag Kab. Bandung 4 orang dan Unsur Pemda/Kantor Lingkungan Hidup 2 orang dengan narasumber dari Puslitbang Kehidupan Keagamaan RI, LPBINU dan BPLH Kabupaten Bandung.

Acara dibuka langsung Kapuslitbang Kehidupan Agama, Muharam Marzuki. Dalam sambutan pembukaannya Marzuki berharap output dari kegiatan ini dapat terhimpun masukan, catatan, maupun konsep sebagai bahan perbaikan final modul Pengelolaan Lingkungan oleh Komunitas Agama juga terumuskannya aksi bersama antar tokoh agama dalam menangani masalah lingkungan. Selain itu Pusitbang berharap, kesadaran, pegetahuan, dan keterampilan para peserta workshop dalam pengelolaan lingkungan berdasarkan nilai dan ajaran agama dengan pendekatan partisipatif bisa lebih meningkat kata Marzuki.

Sumber: www.jabar2.kemenag.go.id

Pengelolaan Lingkungan Oleh Komunitas Agama Diujicobakan Di Kab. Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>