image_pdfimage_print

LPBINU-mendirikan masjid NTBTim NU Peduli bahu membahu bersama masyarakat mendirikan Masjid darurat di pengungsian Dusun Tragtag Desa Batu Kumbung Lingsar Lombok Barat NTB.

Hal yang unik dan terjadi dimana banyaknya warga yang beda keyakinan juga membantu mendirikan masjid darurat, Made Putra Husada umur (50) adalah salah satu dari 60% warga Hindu yang ada di Dusun ini.

“Hubungan harmonis antar agama di Tragtag sudah terjalin sejak ratusan tahun dan turun temurun terjaga dengan baik, persaudaraan kemanusiaan lebih dari sekedar keagamaan mereka, keberagamaan dan keragaman menjadi penguat dalam sistem kemasyarakatan yang mereka anut,” ucap salah seorang tokoh NU Saparuddin, Jumat (7/9/2018).

Harmonisasi agama juga melalui jalur pernikahan, ini yang diungkapkan oleh Saparuddin Tokoh NU Tragtag yang juga ketua LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) Lombok Barat, bahwa ibunya adalah seorang ningrat dengan gelar Gusti Ayu yang beragama Hindu, dipersunting oleh Mustajab yang beragama Islam.

“Kerukunan dalam keberagamaan terjaga hingga kini, termasuk saat tim NU Peduli membangun hunian sementara dan masjid darurat dibangun di tanah milik warga hindu, selain mengikhlaskan tanahnya ia juga membantu perlengalapan lainnya seperti bambu dll, hal ini juga sebaliknya warga muslim membantu dan gotong royong dalam mendirikan pura,” kata Saparuddin.

Tim medis NU peduli juga melaksanakan pengobatan di beberapa titik pengungsian warga hindu yang ada di Lombok Barat. Penanganan kemanusiaan sejatinya memupuk persaudaraan, keragaman dalam keberagamaan

Penanganan Bencana Memupuk Keragaman dan Keberagamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>