image_pdfimage_print

Situbondo,LPBI NU

Pemerintah Kabupaten Situbondo melakukan Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RPB dan RAD-PRB) pada 8 Januari 2014. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Baluran Pemerintah Kabupaten Situbondo ini diikuti oleh 30 peserta dari dinas dan stakeholder terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Situbondo. Sosialisasi dimaksudkan untuk mendapatkan komitmen dan dukungan para pihak dalam penyusunan RPB dan RAD-PRB. Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Drs. H. Syaifullah, MM. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Pemkab Situbondo, LPBI NU dan AIFDR.

Sosialisasi Penyusunan RPB dan RAD-PRB ini dihadiri 2 (dua) narasumber, yaitu Drs. Sugeng S. Yanu, MM dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, dan Didik S. Mulyono dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Kegiatan diakhiri dengan pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipandu oleh Yayah Ruchyati dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU).

Penyusunan RPB dan RAD-PRB sangat penting dilakukan mengingat kejadian bencana yang terjadi berulang di Kabupaten Situbondo. RPB dan RAD-PRB disusun berdasarkan hasil analisis risiko bencana dan upaya penanggulangannya yang dijabarkan dalam program kegiatan penanggulangan bencana. RPB dan RAD-PRB merupakan bagian dari perencanaan pembangunan yang diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Jangka Menengah, dan Rencana Kerja Pemerintah Tahunan. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan agar setiap daerah dalam upaya penanggulangan bencana mempunyai perencanaan penanggulangan bencana, terutama RPB dan RAD-PRB.

Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, SH secara terpisah menyampaikan terima kasih kepada LPBI NU dan AIFDR yang telah membantu Pemkab Situbondo untuk menyusun RPB dan RAD-PRB. Beliau mengharapkan melaui pendampingan ini, LPBI NU dan AIFDR dapat membantu Penguatan kelembagaan BPBD, terutama peningkatan kemampuan SDM-nya.

Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo juga menyampaikan terima kasih kepada LPBI NU dan AIFDR yang telah membantu Kabupaten Situbondo untuk membuat RPB dan RAD-PRB. Kabupaten Situbondo merupakan wilayah rawan bencana, tetapi sampai saat ini belum mempunyai RPB. Dalam penanggulangan bencana diperlukan pemetaan sehingga penanggulangan yang dilakukan dapat tepat sasaran. Dokumen RPB yang akan disusun nantinya akan disinkronkan dengan dokumen perencanaan lain yang ada di Kabupaten Situbondo sehingga implementasinya tidak tumpang tindih.

Ketua LPBINU, Ir. Avianto Muhtadi, MM mengatakan bahwa kompleksitas permasalahan bencana memerlukan perencanaan yang baik dan harus linked atau integrated dengan rencana pembangunan, sehingga dapat dilakukan secara sistematis, terarah, dan terpadu. Dokumen RPB merupakan perangkat kunci dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.Namun sayangnya sampai hari ini belum banyak kabupaten yang memiliki RPB sehingga penanggulangan bencana yang dilakukan seringkali tumpang tindih. Lebih lanjut Avianto menyampaikan harapan, semoga penyusunan RPB dan RAD-PRB ini dapat mewujudkan penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu di Kabupaten Situbondo.(Zul)

PEMKAB SITUBONDO GELAR SOSIALISASI PENYUSUNAN RPB DAN RAD-PRB

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>