image_pdfimage_print

Bank Sampah-MalangPemerintah Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare, bersama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang, mengadakan kegiatan pelatihan bank sampah di balai Desa etempat.

Bank Sampah yang dimaksud adalah, tempat manajemen pengolahan sampah, khususnya sampah Non Organik yang dikelola secara kolektif dan sistematis, Sehingga bermanfaat kembali kepasa masyarakat.

Berdasarkan undang-undang nomor 18 tahun 2016, sampah yang merupakan sisa kegiatan sehari-hari yang berbentuk padat. Maka, sesuai dengan kegiatan tersebut, yakni mengusung tema “Sampah Menjadi Berkah”.

Menurut Heru Sumbodo, selaku kepala Desa setempat, dalam sambutannya Dengan singkat mengatakan, “Ya saya pikir kegiatan-kegiatan pelatihan semacam ini, sudah sangat sering dilakukan, dengan tujuan, supaya masyarakat nantinya bisa terdongkrak berkreasi dan mendapat pendapatan dari limbah sampah, berkat pelatihan-pelatihan yang dilakukan ini,” ucapnyanya. Sabtu (2/11/17).

Dirinya juga menambahkan,” Memang bermacam-macam pelatihan yang sudah dilaksanakan di Desa ini. Itu semua memang demi kemajuan masyarakat dan sekaligus untuk mewujudkan program pemberdayaan masyarakat, terkait dengan mengentaskan kemiskinan, yang mana manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat juga,” imbuh Kades Tumpakrejo ini, sekaligus mengakhiri sambutannya.

Sehubungan dengan tema Sampah Menjadi Berkah, Siswanto sebagai narasumber, dari LPBI Kabupaten Malang dalam sambutannya juga menerangkan, “Sampah tergolong menjadi dua jenis, yaitu sampah Organik dan Non Organik, artinya sampah yang mudah terurai dan yang tidak bisa terurai oleh alam,” terang Siswanto.

Ia menambahkan, “Sehubungan dengan hal tersebut, sebagaimana cara pengolahan sampah dan pemanfaatan sampah yang baik fan benar. Yang mana agar sampah tersebut tidak menimbulkan penyakit dan tidak mengganggu lingkungan, jadi ya otomatis sampah harus dikelola dengan baik. Dan untuk pemanfaatan sampah tersebut, seperti sampah Organik bisa dimanfaatkan untuk Kompos dan Biogas. Sedangkan sampah Non Organik, bisa dibuat produk kreatif atau bisa ditabung ke Bank Sampah,” jelas Siswanto.

Dirinya juga berharap, dengan digelarnya kegiatan pelatihan ini, diharapkan agar masyarakat dapat menjaga lingkungannya agar lebih berseri (Bersih, Sehat dan Asri).

Diakhir pelatihan bank sampah tersebut, terpisah, Winarni selaku tim dari LPBI NU Kabupaten Malang, membentuk Kader menjadi lima kelompok. Yang mana nantinya, untuk berkordinasi untuk merealisasikan soal bank sampah tersebut. (Yahya)

Sumber: www.malang-news.com

Pemdes Tumpakrejo Gandeng LPBI NU, Gelar Pelatihan Bank Sampah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>