image_pdfimage_print

BankSamahNusantara

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98,  LPBI NU kota Pontianak menggelar acara “Ngelinting Bareng” koran bekas, Sabtu (28/10/2017).

Kegiatan ngelinting bareng ini digelar merespon program Bank Sampah Nusantara (BSN)  yang di lakukan LPBI NU berupa pengurangan kerentangan, dan ancaman, adaptasi terhadap perubahan iklim.

Melalui kegiatan Sosialisasi BSN dan ngelinting bareng  atau pemanfaatan sampah menjadi hasil karya ini digelar di kantor cabang NU Kota Pontianak.

“Berharap kedepannya para relawan NU dapat mengembangkan kreasinya melalui kegiatan pemanfaatan sampah, sementara masih ngelinting koran bekas, kedepannya bisa ke sampah lainnya,” terang Samsul Hadi, sekretaris LPBI NU Pontianak, Sabtu malam.

“Tujuan diadakan “Ngelinting Bareng, Sampah jadi Hasil Karya” di Hari Sumpah Pemuda ini, agar para pemuda tidak menjadi pemuda sampah, tapi jadi pemuda yang memanfaatkan sampah,” tukas Samsul.

Ketua LPBI NU Kota Pontianak, Suryadi menambahkan kebutuhan hidup yang meningkat menuntut penggalian potensi-potensi ekonomi, namun ketika eksploitasi tidak lagi mengindahkan pelestarian lingkungan, tidak ada pengelolaan sampah. Maka dari situlah awal bencana.

“Tentang pemanfaatan ini ditegaskan dalam tanggapannya ketika diskusi masalah sampah dengan relawan kepengurusannya,” terang Suryadi.

Dari Ngelinting Bareng ini dia berharap relawan yang sudah difokuskan BSN bisa turus meningkatkan kapasitasnya.

“Kedepannya bisa banyak memfaatkan sampah, sehingga kita bisa membantu pemerintah dan masyarakat mengurangi persoalan sampah khususnya di Kota Pontianak,” tambah Suryadi.

Pengurus LPBI NU Pusat, Ucup yang hadir untuk mengisi konsep tentang BSN dan ngelintingin koran bekas, dengan demikian, LPBI NU Pontianak bisa mewarisi dan membagikan ilmunya kepada masyarakat luas, agar timbul kesadaran tidak membuang sembarangan, tapi sampahnya ditabung di BSN.

“Dari lintingan koran bekas bisa dibuat berbagai macam sovenir, seperti pembungkus pulpen, gantungan kunci dan lain lain tergantung kreasi dari peserta masing-masing, tentu ini bisa bernilai usaha,” tutup Suryadi.

Olah Sampah jadi Karya, LPBI NU Pontianak Gelar “Ngelinting Bareng” Koran Bekas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>