LPBI-NU PeduliBelum usai pandemi Covid-19, kini warga di sejumlah desa di Kabupaten Konawe dilanda musibah banjir. Dua desa di Kecamatan Pondidaha, Desa Laloika dan Desa Wonua Monapa terendam banjir. Akibatnya warga terpaksa mengungsi ketempat aman, salah satunya di balai desa. Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumahnya.

Program NU Peduli dibawah kendali Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Konawe kembali membantu korban musibah banjir di dua desa tersebut. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) dan Lembaga Amil Zakat dan Sadaqah (Lazisnu) di terjunkan menangani musibah banjir tersebut.

Ketua LPBI NU Ali Basuki melaporkan, lokasi banjir terparah berada di dusun tiga di dua desa, yakni Desa Laloika dan Desa Wonua Monapa.

“Sementara ini warga diungsikan di sejumlah tempat menunggu penanganan lebih lanjut,”ujarnya.

LPBPINU bersama Lazisnu sudah mendirikan sejumlah posko-posko pengungsian, salah satunya di Balai Desa Laloika. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi lokasi penampungan sementara bagi warga yang rumahnya terendam banjir.

“Kita tetap koordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat sebagai lembaga resmi pemerintah yang menangani masalah bencana, khususnya membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir,”kata Ali Basuki.

Kepala Desa Laloika, Wawan Setiawan mengungkapkan, lokasi banjir terparah berada di dusun tiga. Jumlah rumah yang terendam sebanyak 35 dengan 45 kepala keluarga serta 142 jiwa. Tidak jauh beda di Desa Wonua Monapa, khususnya dusun tiga korban banjir menimpah 29 kepala keluarga dengan 102 jiwa terdampak.

“Bagi warga yang ingin membantu meringankan beban saudara kita yang terkena musibah banjir dapat menyalurkan bantuannya di posko-posko yang sudah kami bentuk, atau menghubungi nomor kontak di 082119497643,”pesan Cak Ali Basuki.

Penulis: M.Lukman