IMG-20180607-WA0002

Acara deklarasi Penggunaan Kantong Belanja Guna Ulang, yang di selenggarakan oleh Dua organisasi besar di Indonesia NU dan Muhamad Diyah bekerjasama dengan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementrian Lingkungan Hidup, berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti Kementrian Lingkungan Hidup, Selasa 5/6/2018.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivie Ratnawati, dalam sambutannya menekankan masalah pengurangan penggunaan Kantong Sampah plastik yang membawa dampak pada lingkungan hidup yang diketahui bahwa kantong plastik tidak dapat di urai bertahun-tahun, Vivi juga menambahkan bahwa peranserta dari ibu-ibu Nu dan Muhamadyah dalam ikut serta mensosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik pada masyarakat akan mampu mengurangi penggunaan kantong plastik di masyarakat, “semoga Deklarasi hari ini tidak berakhir sampai disini tetapi akan berkelanjutan,” tambah Vivi

Di tempat terpisah ketua panitia acara Fitrya Aryani, menjelaskan “bahwa tujuan kita adalah ingin mengembalikan kearifan lokal melalui acara Deklarasi ini, kita ingin mengingatkan bahwa hampir semua daerah memiliki tas-tas yang menjadi ciri daerahnya, tas belanja itu telah ada sejak dulu, bahkan sebelum ada tas kresek- kresek seperti sekarang, jadi saatnya kita kembalikan bahwa tas yang di pakai pada zaman dulu, Itulah yang ramah lingkungan. Jelas Direktur Bank Sampah LPBI- NU.

Dekalarasi yang di selenggarakan oleh Organisasi NU dan Muhamadyah ini bukanlah hal baru, karna menurut Fitria, NU dan Muhamadyah selalu ikut terkait dalam isu-isu lingkungan. Walaupun selama ini masyarakat mengenal dua organisasi tersebut hanya di bidang keagaamaan.

“Kedepannya kegiatan ini akan berlanjut sampai kedaerah-daerah lain, dalam hal mensosialisasikan pengurangan penggunaan kantong plastik untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan hidup, DKI yang akan pertama mengadakan sosialisai,” demikian jelas fitria