image_pdfimage_print

LPBINU-PusatLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) memasuki segmen ketiga pada kegiatan Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019. Kali ini menyusuri desa-desa yang rawan tsunami di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Pasar Nanjung Elok menjadi sasaran tim LPBINU untuk melakukan sosialisasi dan simulasi pengurangan risiko bencana.

Materi sosialisasi disampaikan Seketaris LPBINU, Yayah Ruchyati. Dirinya mengajak masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan kebencanaan, kesiapsiagaan dini, serta evakuasi bila terjadi gempa dan tsunami.

Perempuan kelahiran Bogor ini mengatakan bahwa masyarakat atau pedagang di pasar Nanjung Elok itu harus saling bekerja sama dan selalu siaga.

 “Saya berharap warga membentuk group whatsapp khusus tentang informasi kebencanaan, dan melibatkan anggota BPBD, atau yang berwenang, sehingga informasi yang diterima tidak simpang siur,” ujar Yayah, Ahad (4/8).

Yayah mengungkapkan bahwa ancaman risiko yang dihadapi di lokasi ini adalah gempa dan tsunami karena masuk zona merah. Oleh sebab itu kewaspadaan lebih dan kolektif harus dimiliki warga.

 “Beberapa warga dan pedagang di sini mengaku belum pernah menerima sosialisasi kebencanaan, dan berdasarkan dari hasil survey tim kami menemukan bahwa di lokasi juga belum memiliki rambu evakuasi tsunami,” ungkapnya.

 Tempat evakuasi sementara atau shelter yang dibangun oleh pemerintah tidak digunakan untuk evakuasi, akan tetapi masyarakat lebih memilih Masjid Agung menjadi tempat evakuasi.
Yayah mengatakan bahwa jalur evakuasi dengan rambu yang jelas. Termasuk titik kumpul sangat penting untuk menghindari kepanikan dan banyak jatuh korban ketika terjadi gempa.
Dengan diadakannya sosialisasi melalui EDT 2019 ini, merupakan langkah awal upaya meningkatkan mitigasi bencana pada masyarakat, mengajak dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman risiko bencana.

“Inilah ikhtiar agar masyarakat siap untuk selamat,” paparnya

Sosialisasi yang dilakukan oleh LPBI NU dan anggota BPBD tersebut diikuti oleh pengelola dan pedagang Pasar Nanjung Elok, wisatawan, pedagang pantai, dan warga sekitar. (Anty Husnawati/Ibnu Nawawi)

Masuk Zona Merah, Warga Dilatih Siap Hadapi Risiko Ancaman Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>