lpbinu wajoLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan didukung  Pemerintah Australia melaksanakan program Peningkatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Daerah dalam Kesiapsiagaan Bencana.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tanggal 19 – 20 April 2018 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman para pihak dalam menghadapi situasi darurat bencana di wilayahnya. Selain itu juga tersedianya informasi terkait pembagian peran antar aktor dan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Wajo Firdahsyari mengucapkan terima kasih kepada LPBINU yang telah menjadi mitra BPBD Wajo.

Menurutnya, banyak kegiatan yang disinergikan dan penguatan kapasitas masyarakat dengan berbagai kegiatan dan juga penyususnan beberapa dokumen dalam penanggulangan bencana yang bermanfaat untuk kemanusiaan di Wajo.

Endro Yudo Waryono Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan mewakili Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi peran LPBINU dalam melaksanakan kegiatan, termasuk dalam penyusunan beberapa dokumen yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dikatakan, NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia bahkan dunia memiliki sumberdaya yang sangat besar. NU menurutnya, sangat peduli terhadap kemanusiaan.

“Ini sebuah anugerah bagi kami bisa bersinergi dengan LPBI NU dalam penanggulangan bencana, karena LPBI NU telah mampu mentransformasi ilmu kebencanaan tersinergi di masyarakat,” ujarnya.

Program Manager dan juga sekretaris LPBI NU Yayah Ruchyati kepada NU Online, Kamis (19/4) menyatakan, penanggulangan bencana merupakan tugas bersama.

“Kita semua, everybody bussines, bukan hanya tugas pemerintah namun juga masyarakat dan juga dunia usaha,” katanya. 

“Penguatan kapasitas masyarakat menjadi sebuah kewajiban, masyarakat bisa menolong dirinya sendiri, Selebihnya adalah masyarakat itu sendiri, bencana saat ini bukan paradigmanya menunggu, yaitu kita harus mleakukan sesuatu sebelum bencana terjadi, yaitu di antaranya melalui geladi agar semua komponen siap,” lanjut dia.

Dikatakan, LPBINU sebagai bagian dari masyarakat juga memiliki kewajiban membantu masyarakat dalam penanggualangan bencana baik pra, saat maupun setelahnya. “Ini penting karena jika terjadi bencana masyarakatlah yang paling pertama terkena dan terdampak,” tutupnya.