image_pdfimage_print

PhotoPictureResizer_200107_183644021-810x455-800x445Wilayah Kali Kromong yang berada di Desa Pacet pada musim hujan seperti sekarang ini menjadi daerah rawan bencana. Karena adanya aktifitas penambangan pasir dan batu.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan mengingat daerah ini termasuk kawasan wisata. Dimana ada sekira lima belas warung yang berdiri di sepanjang daerah aliran sungai. Selain itu, area ini juga dimanfaatkan sebagai wahana rafting (arung jeram).

 Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBNU) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam, kepada jurnalMojo.com, Selasa (7/1/2020).

“Kami berharap BPBD Kabupaten Mojokerto segera melakukan koordinasi dengan dinas pengairan dan pihak-pihak terkait mengenai aktifitas penambangan pasir dan batu di daerah sini,” kata Saiful.

Menurutnya, kondisi Kali Kromong sangat membahayakan, terutama bagi para wisatawan. Seperti yang terjadi pada Jumat (27/12/2019) lalu.

Dimana ada enam unit sepeda motor milik pengunjung yang hanyut tersapu air. Selain itu, banjir juga menghancurkan jembatan darurat yang menjadi akses keluar masuk lokasi.

Kali Kromong dalam sejarahnya memang pernah mengalami banjir besar, yaitu pada tahun 2004, tepatnya tanggal 3 Februari. Waktu itu banjir bandang meluluhlantakkan jembatan Kali Kromong. Sehingga jalur Cangar – Pacet harus melewati Sajen.

 Oleh sebab itu, Saiful menghimbau kepada para wisatawan maupun pemilik warung untuk berhati-hati, terutama jika di daerah atas terjadi curah hujan tinggi dalam jangka waktu cukup lama. Karena tidak adanya jalur evakuasi alternatif dan sistem peringatan dini.

“Untuk tindakan pencegahan dan kewaspadaan, sebenarnya disini perlu diterapkan sistem EWS (Early Warning System) atau sistem peringatan dini. Tapi yang lebih penting, keberadaan aktifitas penambangan pasir dan batu harus menjadi perhatian serius agar kawasan ini menjadi aman dan nyaman bagi para wisatawan,” jelas Saiful. (din/yud)

Sumber: http://jurnalmojo.com/

LPBI NU : Wisata Kali Kromong Berbahaya, Perlu Penerapan EWS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>