image_pdfimage_print

Workshop LPBISebanyak 31 orang mengikuti pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana pada program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi Covid-19 dan Bencana Alam (PKMM-CBA).
Mereka adalah tim pelaksana program dari Kabupaten Lamongan, Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Kotamadya Kediri (Jawa Timur), Kabupaten Buleleng (Bali) dan Kabupaten Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, peserta pelatihan juga berasal dari tim pusat program.   Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Juli 2021 secara daring. Pelatihan diselenggarakan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) yang didukung oleh DFAT Australia melalui Siap Siaga Palladium.

Ketua LPBI PBNU, M Ali Yusuf mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada seluruh pelaksana program agar dapat mempromosikan dan mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Tujuannya agar setiap potensi ancaman bencana bisa ditangani dan dampak kejadian bencana bisa dikurangi atau diminimalisir.    Menurut Ali Yusuf, Program PKMM-CBA yang dilaksanakan oleh LPBINU ini berbasis RW dan menyasar langsung rumah tangga/keluarga.

Lingkup program meliputi kampanye publik untuk memperkuat upaya pencegahan Covid-19 berbasis masyarakat termasuk melalui rumah ibadah, pembuatan update data warga terpilah berbasis geospasial, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pendukung pelaksanaan protokol kesehatan termasuk fasilitas karantina berbasis RW.

“Selain itu, program PKMM-CBA juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling terdampak Covid-19,” kata Ali Yusuf.

Menurutnya, pada saat penanganan Covid-19, banyak kejadian bencana melanda berbagai daerah di Indonesia, misalnya banjir berkepanjangan di Kalimantan Selatan, gempa di Sulawesi Barat, gempa di Malang dan sekitarnya, serta siklon seroja di NTT.

Oleh karena itu, menurut Ali, program PKMM-CBA melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk melakukan identifikasi ancaman bencana di level desa berikut upaya PRB yang harus dilakukan. Selain itu juga mengajak masyarakat untuk menyusun SOP penanganan darurat saat pandemi di level desa.

 “PRB merupakan bagian penting ajaran Islam, PRB merupakan bagian inti ajaran Islam. PRB jelas perintah ajaran Islam. Dalil agama-agama sudah banyak tinggal pelaksanaan yang perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

LPBI NU Perkuat Penanganan Bencana di Tengah Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>