image_pdfimage_print

bakti sosial lpbi nu

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pati mengadakan Bhakti Sosial di Dukuh Selowire, Desa Godo, Kecamatan Winong sebagai wujud pengabdian masyarakat dan sosialisasi program LPBI-NU. Ketua LPBI NU Pati, Imam Rifai mengatakan dalam Bhakti Sosial itu melibatkan seluruh elemen NU seperti Fatayat, Muslimat, Ansor dan Banser untuk berkolaborasi dengan masyarakat sekitar, termasuk mahasiswa STAIN Kudus yang tengah KKN di sana.

“Dulu kan sebelum ada LPBI NU, setiap ada bencana maka organisasi NU berjalan sendiri-sendiri, seperti muslimat sendiri, fatayat sendiri, dan begitu juga lainnya. Setelah ada LPBI NU bisa lebih terkordinir dan bisa berjalan bersama-sama,” terangnya pada Harianpati.com, Senin (9/5).

Dalam kegiatan ini, LPBI NU menekankan pada pentingnya pengolahan sampah dan pencemaran plastik yang dinilai sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Selain itu, LPBI NU juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penanggulangan bencana.

“Bisa dibilang daerah itu potensi bencana, juga jauh dari jangkauan sehingga perlu adanya pelatihan penanggulangan bencana sesuai tupoksi LPBI-NU. Selain itu, kami juga memberikan penyuluhan tentang radikalisme, terorisme dan narkoba dengan mendatangkan narasumber dari Koramil dan Polsek Winong,” paparnya.

Pada hari pertama, bakti sosial dibuka dengan kegiatan perkenalan, futsal bersama, disambung dengan penyuluhan. Di hari kedua diisi dengan kerja bhakti pengerasan jalan, pengobatan medis, lomba anak-anak sekolah dan bimbingan psikologi, pengajian dan perpisahan. Sebagai kegiatan tambahan, diadakan acara potong rambut gratis dari salon “si Doel Gabus” dan santunan untuk anak yatim dhuafa dari Baznas Kabupaten Pati kepada 27 penerima yang berasal dari Desa Godo dan desa gunungpanti, Minggu (8/5).

Imam Rifai berharap, kegiatan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya, dan meningkatnya potensi wisata di desa setempat. “Desa Godo ini menyimpan banyak potensi wisata yang sayangnya belum tereksplor secara sempurna. Harapannya dengan kedatangan kami, perhatian masyarakat ke desa ini lebih meningkat dan semakin terbuka peluang untuk Desa Godo menjadi aset wisata desa di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

LPBI NU Pati mengadakan Bhakti Sosial di Dukuh Selowire

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>