image_pdfimage_print

prb-lpbiNU

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyelenggarakan Workshop Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kabupaten Wajo Jumat, 28 Juli 2016 di Aula Bappeda Wajo.

Workshop PRB yang diadakan LPBI NU ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan dari instansi dan lembaga yang terkait dengan penanggulangan bencana di Kabupaten Wajo, di antaranya BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPRD, ormas dan tokoh masyarakat, LSM, perguruan tinggi, media, PMI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan perwakilan lembaga usaha.

Workshop PRB dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan (Pemkab, DPRD, masyarakat dan swasta) tentang penanggulangan bencana. Selain itu kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menumbukan kesadaran para pemangku kepentingan dalam melakukan upaya penanggulangan bencana dan pengurangan resiko bencana yang terarah dan terpadu.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Wajo H.A Burhanuddin Unru menyampaikan apresiasi sekaligus salut kepada NU karena telah membentuk lembaga kebencanaan, yaitu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU). Menurutnya, ini menunjukkan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan turut berpikir, bekerja dan berkiprah untuk kegiatan kebencanaan.

Burhanuddin menambahkan, Kabupaten Wajo merupakan wilayah yang cukup rawan terjadi bencana. Di Kabupaten Wajo sangat sering terjadi bencana, terutama banjir akibat luapan Danau Tempe. Di akhir sambutannya, Burhanuddin mengucapkan terima kasih kepada LPBI NU yang telah memilih Kabupaten Wajo sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program SLOGAN-STEADY.

Sementara Mustasyar PCNU Wajo H. Syahrulyali Razak mengatakan, workshop PRB ini merupakan kegiatan yang penting dilakukan, pasalnya saat ini sangat banyak terjadi penggundulan hutan yang menyebabkan timbulnya berbagai macam bencana.

“Saya berharap workshop PRB ini dapat membrikan pengetahuan dan keterampilan sebagai upaya mempersiapkan dan membekali diri untuk menanggulangi bencana yang datangnya tidak dapat diprediksi,” harap H. Syahrulyali.

Ketua PP. LPBI NU, M. Ali Yusuf mengungkapkan, dalam penanggulangan bencana diperlukan keterlibatan dan kerjasama semua puhak agar resiko bencana dapat diminimalkan.

Ali Yusuf menjelaskan, UU Nomor 24 tahun 2007 mengamanatkan bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab pemerintah, dan menjadi kewajiban masyarakat dan lembaga usaha untuk berperan dalam setiap proses dan kegiatan.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, dalam penanggulangan bencana , penting untuk memperhatikan kelompok rentan, yaitu perempuan, anak-anak, kelompok usia lanjut, dan orang yang memiliki kebutuhan khusus (Disabilitas).

“Seluruh pihak di Wajo dapat bersinergi dalam melaksanakan upaya penanggulangan bencana, baik pra bencana, saat bencana maupun psca bencana,” harapnya saat menyampaikan sambutan.

 

 

 

LPBI NU Menyelenggarakan Workshop Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kabupaten Wajo

One thought on “LPBI NU Menyelenggarakan Workshop Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kabupaten Wajo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>