image_pdfimage_print

lpbi-nu2Berbagai macam upaya Disdukcapil Kabupaten Lombok Barat dalam melakukan perbaikan data administrasi kependudukan (Adminduk). Salah satu, misalnya Disdukcapil Lobar sudah meluncurkan Program GERASAK (Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan).

Guna melaksanakan program tersebut, Disdukcapil menyebar UPT pelayanan di tingkat kecamatan, sebagai bentuk perbaikan layanan khususnya administrasi kependudukan.

Hal itu dihajatkan agar supaya masyarakat di Gumi Patut Patuh Patju merasakan kemudahan. Juga dianggap murah dan atau terjangkau serta aksisable untuk kepemilikan administrasi kependudukan maupun memperbaharuinya. Sayangnya, sejumlah program-program yang dianggap efektif tersebut, cenderung kurang direspon baik dan cepat ini dengan tingkat sosialisasi yang masif ke masyarakat. Tak pelak, smasyarakat sendiri kurang memahami prosedur pembuatan adminduk. Dampaknya, oknum percaloan lebih menguat dibanding pemahaman terhadap prosedur dan proses.
Hal ini juga yang membuat Pemda–dalam hal ini Disdukcapil seolah-olah menjadi korban stigma negatif dari masyarakat. Kata lainnya, Disdukcapil terkesan acuh tak acuh dalam memberikan pelayanan kurang baik di mata maayarakat.

Kamis (03/09), LPBI NU Lobar melakukan audensi ke Disdukcapil Lobar.
Pengurus LPBI NU, disambut baik pihak Disdukcapil. “Plt Kadis Disdukcapil sepakat dan menerima gerakan yang akan dilakukan oleh LPBI NU khususnya di dua desa dampingan LPBI NU Lobar yaitu Desa Mekarsari Kec Narmada dan Desa Batu Kumbung Kec Lingsar,” ujar Saparudin sumringah.

Terkait apa saja yang menjadi bagian diskusi saat audiensi, Ketua LPBI, Saparuddin mengatakan bermaksud ingin membantu Disdukcapil secara perlahan menghapus stigma negatif yang ditujukan pada tingkat pelayanan yang kurang baik dengan mengajak turun langsung ke level masyarakat yang paling bawah yaitu pada tingkat dusun.”Dengan pelayanan langsung turun kebawah ini sekaligus memberikan warning kepada oknum calo bahwa Disdukcapil sama sekali tidak ada pungutan dalam membuat administrasi kependudukan,” cetusnya.

Abdul Mustar yang juga pengurus LPBI, mengungkapkan kepada nuhantb.com, apa yang disampaikan Abdul Manan selaku Plt. Mustar bilang, “Bapak Plt mengakui masih kurang maksimalnya pelayanan”.
“Saya selaku orang baru di sini memang masih belum maksimal memberikan pelayanan karena ketersediaan alat kami yang belum diganti sejak 2012,” cerita Mustar, atas apa yang disampaikan Bapak Plt.

Pak Plt juga, sambung Mustar, merasa senang karena Disdulcapil memiliki alat cetak dua unit. “Sekarang Alhamdulillah kami sudah bisa mendapatkan alat cetak dua unit,” cerita Mustar
“KTP saya sudah jadi. Wah cepat sekali jadi KTP saya,” ujar salah seorang warga yang saat itu sedang mengambil KTPnya.

LPBI NU Lobar Dorong Disdukcapil, Perbaikan Layanan Adminduk

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>