image_pdfimage_print

LPBINU-Rehab-Mbah-SupardiKencangnya pemberitaan yang muncul dari jybmedia.com, akan kondisi mengenaskan rumah Mbah Supardi, warga RT 10, RW 01, Nomor 57, Gang 1, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, Jawa Timur, akhirnya menyentuh perhatian sejumlah Komunitas untuk melakukan gerakan aksi peduli bedah rumah, Jumat (13/9/2019) pagi.

Untuk komunitas maupun relawan bedah rumah yang terlibat meliputi, warga Setonopande, Roty, LPBI NU dan Laskar Panji Peduli. Mereka, secara bersama melaksanakan kegiatan sosial. Dijadwalkan, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari.

” Secara garis besarnya, kami merasa bersyukur akan peran semua pihak yang peduli akan kondisi rumah Mbah Supardi, dengan kondisi nyaris roboh. Harapanya, kebersamaan ini akan selalu tertanam sampai nanti yang utamanya menolong sesama yang membutuhkan” kata Chika Laksamana, Koordinator Laskar Panji Peduli Kediri, Sabtu(14/9/2019).

Hal senada juga diungkapkan Adi Sutrisno, Ketua LPBI NU Kota Kediri, dalam kegiatan ini, pihaknya akan selalu mendukung langkah positif, utamanya membantu sesama yang membutuhkan. Disisi lain, program bedah rumah segera dilakukan, mumpung kondisi cuaca masih bersahabat.

” Awal bulan Oktober 2019 diprediksi awal musim penghujan, berdasar informasi dari BMKG Karangploso Malang. Nah, dari sini kami akan mendukung dan bersama komunitas untuk membedah rumah Mbah Supardi hingga selesai” ucap Adi Sutrisno.

Ditempat yang sama, Mbah Supardi, kakek berusia 80 tahun, selaku pemilik rumah, merasa sangat terharu akan melihat banyaknya relawan yang akan merenovasi rumahnya. Orang tua yang tinggal seorang diri ini, juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat.

” Saya sangat terharu dan sangat simpati melihat banyaknya relawan membenahi rumahnya. Terlebih lagi, dengan kehidupannya yang seorang diri masih banyak orang yang mau peduli” ungkapnya.

Sementara, dikonfirmasi sebelumnya, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinsosnaker setempat yang dinilai terkesan lamban menangani kondisi rumah Mbah Supardi, akhirnya juga ikut tergerak dengan melakukan survey dilokasi beserta rombongan.

” Kami bukanya pasif dalam menangani kondisi rumah Mbah Supardi melainkan terkendala status tanah yang ditempati belum jelas, hingga tidak masuk program bedah Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH) yang terangkum dalam APBD. Dari sini, kami memilih menggalang Swadana dari internal pegawai Dinsosnaker Kota Kediri” kata Triyono Kutut, Kepala Dinsosnaker Kota Kediri.

Dia juga mengaku, hasil Swadana yang digalang sudah diserahkan melalui Lurah Setonopande dan beberapa material lainya juga diserahkan untuk biaya tambahan bedah rumah.

” Kalau kisaran dana yang diperbantukan untuk Mbah Supardi, Rp 2,5 juta. Dan, beberapa material seperti asbes serta reng, juga kami berikan untuk perbaikan atap rumah ” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan pemberitaan sebelumnya, munculnya kondisi rumah nyaris roboh yang ditempati Mbah Supardi, usai Tim Laskar Panji Peduli melakukan survey dan kroscek dilapangan.Dari kondisi inilah, mengetuk perhatian Laskar Panji Peduli Kediri guna membantu keberadaan Mbah Supardi. Mengingat, keadaan rumahnya nyaris roboh dan harus memerlukan bantuan dengan segera. (cka/bud)

LPBI NU Kota Kediri Rehab Rumah Mbah Supardi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>