LPBINU-DIFABELPELATIHAN ini adalah bagian dari program perbaikan ekonomi pasca bencana yang didukung oleh UNDP. Bahkan, pelatihan juga diikuti pelaku UMKM lainnya yang terdampak banjir awal tahun 2021 lalu. “Sengaja kita kumpulkan mereka dan dibaurkan dengan pelaku UMKM umum, agar bisa saling belajar antara satu dengan lainnya,’ kata Abdul Halim dari Inklusia.

Ia menyebutkan, berdasarkan pengalaman mendampingi mereka, kelemahan para penyandang disabilitas ini adalah pada manajemen usaha. “Disitulah yang akan kita support,” tambahnya.

Agar bisa survive, sambungnya, maka pola yang kita terapkan agak berbeda dengan pelaku UMKM umum. Para penyandang disabilitas ini akan dikumpulkan dalam satu manajemen usaha. “Kita beri modal, kemudian didampingi dan terus dibina oleh para aktivis yang selama ini bergerak mendampingi para penyandang disabilitas,” tuturnya.

Program training dilakukan sebanyak tiga kali, yakni perbaikan produk, pengemasan hingga pemasaran. “Dalam kegiatan itu, mereka akan didampingi mentor UMKM yang disediakan oleh LPBI NU Kalsel,” imbuhnya.