image_pdfimage_print

LPBINU kalselPelatihan ini adalah bagian dari program perbaikan ekonomi pasca bencana bagi masyarakat terdampak banjir, kerjasama LPBI NU Kalsel dengan UNDP.

Pengaron adalah daerah terdampak banjir yang cukup parah di awal tahun 2021. Karena itulah daerah ini menjadi salah satu daerah sasaran program.

Ketua LPBI NU Kalsel, Siti Tarawiyah, mengungkapkan berdasar hasil survei yang dilakukan sebelumnya, rumah penduduk di desa hampir tenggelam ketika banjir melanda.

“Tentu kita prihatin dengan bencana yang terjadi. Namun demikian, desa ini punya potensi yang bisa dikembangkan dan bagus untuk daerah rawan banjir,” bebernya.

Kendati wilayah terus pernah terendam banjir, terdapat Pohon Enau yang memiliki ketahan terhadap banjir, beda dengan jenis pertanian lainnya seperti padi, sayur, jeruk dan lainnya yang hancur karena banjir.

“Karena itu pohon enau ini bagus untuk diperbanyak dan dikembangkan,” ucapnya.

Lanjutnya, agar masyarakat di sini tertarik, maka pihaknya melatih untuk membuat varian hasil olahan nira menjadi gula aren cair atau dibuat jadi gula aren semut.

“Varian gula merah ini sebenarnya banyak dan pangsa pasarnya pun tinggi, hanya saja mereka tidak tahu cara membuatnya,” bebernya.

Selanjutnya, Jika bisa meningkatkan kesejahteraan mereka maka pohon enau ini akan lestari dan malah bisa diperbanyak oleh mereka.

Selain itu, LPBI NU Kalsel menghadirkan tim dari Fakultas Pertanian ULM yang dipimpin oleh Joko Purnomo sebagai narasumber. Tim ini akan melakukan training perbaikan kualitas produk. Selanjutnya akan dilatih lagi cara pengemasan dan pemasaran oleh tim lainnya.

LPBI NU Kalsel Latih Petani Nira Pengaron Tingkatkan Produksi Gula Aren

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>