image_pdfimage_print

LPBI NU Jepara dan Pimpinan Pusat  Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PPLPBI NU)  merencanakan kegiatan Pengenalan Program Peningkatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Lokal dalam Kesiapsiagaan Bencana untuk Tanggap Darurat yang Cepat, Tepat dan Efektif. Kegiatan ini agendakan akan dimulai setelah hari raya Idul Fithri (Juli 2016).

Selain Jepara, kegiatan yang sama juga akan diadakan di dua kabupaten lain, Wajo dan Barro di Provinsi Sulawesi. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PP LPBI NU dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Kegiatan meliputi pelatihan, workshop, dan terjun langsung ke lapangan. PP LPBI NU yang diwakili Sekretaris PP LPBI NU Yayah Ruchyati, Direktur Tanggap Bencana M Wahib, dan bagian keuangan PP LPBI NU Imam Syafii melakukan koordinasi dengan LPBI Jepara di Gedung NU Jepara, Kamis (23/06) kemarin.

Saat koordinasi, Yayah yang juga Program Manager kegiatan ini menyatakan pihaknya bersama LPBI Jepara sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Jepara, Jawa Tengah dan stake holder yang terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua tahun tersebut.

Koordinasi dilakukan berdasarkan UU No.24 tahun 2007 di mana aktivis penanggulangan bencana harus melibatkan tiga aspek, yaitu pemerintah, masyarakat dalam hal ini NU, dan pelaku usaha.

Perempuan 51 tahun ini menargetkan peserta kegiatan 1000-4000 orang. Dipilihnya Jepara karena daerah ini terbilang rawan bencana.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat sadar bencana. Selain itu untuk meningkatkan kapasitas LPBI NU,” jelasnya.

Sekretaris LPBI NU Jepara Asyhadi mengatakan, pihaknya akan menggandeng semua stake holder Jepara untuk suksesnya kegiatan tersebut. Termasuk mengikutsertakan kabupaten Kudus untuk berpartisipasi dalam kegiatan.

“Yang lebih penting adalah melibatkan 40% peserta,” lanjut Asyhadi.

Beberapa fokus materi mengarah pada pengarus utama manajemen risiko bencana ke pemerintah daerah, penguatan kapasitas komunitas target dalam respon bencana di daerah target, mendukung pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana dan mekanisme tanggap darurat bencana dan meningkatkan kapasitas staf program dalam manajemen program.

Dengan kegiatan ini diberharap masyarakat semakin sadar bencana. “Bencana bukanlah takdir yang tidak bisa diperbaiki. Jika mau menanggulanginya bisa meminimalisasi korban,” harapnya.

Contoh sadar bencana, adalah masyarakat mau membuang sampah di tempatnya dan tidak melakukan penebangan pohon seenaknya.

Hal penting lain yang perlu ditekankan adanya koordinasi berbagai pihak khususnya pemangku kepentingan, sistem peringatan dini merupakan upaya untuk menanggulangi risiko bencana.

LPBI NU Jepara Segera Latih Kader Siaga Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>