image_pdfimage_print

p juriLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyelenggarakan Pelatihan Pengenalan dan Strategi Implementasi Program Penguatan Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi (PKMM) COVID-19 dan Adaptasi Tatanan Baru pada 16 Juli 2020 secara daring.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PP LPBI NU dengan Pemerintah Australia (DFAT) melalui Siap Siaga Palladium.

 Hadir saat pembukaan M. Ali Yusuf (Ketua LPBI NU), Miranti Husein (Narasumber) dan Yayah Ruchyati (Direktur Program PKMM COVID-19) serta jajaran pengurus pusat LPBI NU. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Juri Ardiantoro (Ketua PBNU).

 Peserta pelatihan merupakan perwakilan Pengurus Cabang LPBI NU di 9 (Sembilan) kabupaten/kota dari Propinsi Jawa Timur, Bali dan NTB dengan jumlah 27 (duapuluh tujuh) orang.

 Mereka adalah representasi dari warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Bali dan NTB  yang  dilatih untuk membangun kesepahaman antara tim pelaksana program di tingkat pusat dan tingkat cabang tentang substansi program dan standar pengelolaannya serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tim pelaksana program tentang pengelolaan program.

 Ketua PBNU yang juga Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro dalam sambutannya mengatakan pentingnya LPBI NU ikut mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol pencegahan penularan COVID-19 dimana pun berada. Sebagai ormas terbesar di Indonesia, NU memiliki kontribusi yang sangat besar mendukung pemerintah dalam mengurangi dampak COVID-19 dengan melakukan pencegahan dengan meningkatkan pemahaman masyarakat di saat pandemi.

“setelah pelatihan dan pengenalan program ini diharapkan peserta dapat melakukan pendampingan dan penguatan kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19 dan adaptasi tatanan baru. Program ini berupaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang telah meluas ke seluruh wilayah Indonesia, terutama di level keluarga” ujar M. Ali Yusuf, Ketua LPBI NU dalam pemaparan materinya.

 Sedangkan pemateri lain, Miranti Husein mengatakan desain program merupakan langkah awal untuk menganalisis situasi, merencanakan strategi dan struktur, serta  menghasilkan persiapan rencana kerja yang matang. Langkah-langkah untuk membuat desain program yaitu: identifikasi program, formulasi program, perencanaan kerja dan perencanaan monitoring dan evaluasi.

Setelah pelatihan ini diharapkan muncul kesepahaman di antara tim pelaksana program di tingkat pusat dan cabang tentang substansi program berikut strategi implementasinya.

 “semoga dengan pelatihan ini pengetahuan dan pemahaman tim pelaksana program meningkat baik secara teknis pengelolaan serta terciptanya  rencana kerja program berikut jadwal pelaksanaannya yang terukur” ujar Yayah Ruchyati, Direktur Program menutup acara pelatihan.

LPBI NU Gelar Pelatihan Strategi Ketahanan Masyarakat dalam Menghadapi COVID-19 dan Adaptasi Tatanan Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>