LPBI NU DKI

Salah satu  persoalan penyebab bencana banjir di DKI Jakarta adalah banyaknya sampah yang terbuang di aliran air dan sungai. Sampah juga telah membuat persoalan lingkungan di Jakarta  yang tak kunjung selesai. Berdasarkan data, DKI Jakarta memproduksi sampah dalam 1 hari mencapai 76 ribuan ton, padahal sampah bisa diolah untuk dapat dikurangi.

Berdasar fakta tersebut diatas, Bank Sampah Nusantara (BSN) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Prov DKI Jakarta melaksanakan kegiatan pengurangan timbunan sampah melalui program bank sampah berbasis masyarakat dengan pendekatan komunitas, masjid, dan pondok pesantren.

Program diluncurkan oleh H Saefullah, Sekretaris Daerah Prov DKI Jakarta, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Kepala Sudin LH Kepulaun seribu, para ketua PCNU se-DKI Jakarta.

“Saya sangat bangga dan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan oleh BSN LPBI NU DKI Jakarta, karena kegiatan ini secara langsung bermanfaat bagi masyarakat selain mengurangi sampah juga ada nilai ekonomi yang dihasilkan,” ujar Saifullah yang juga Ketua PWNU DKI Jakarta ini.

Dikatakan, Pemerintah DKI Jakarta  mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh BSN sebagai bagian dari masyarakat agar terjadi sinergi yang baik antapihak, karenan penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh hanya satu pihak, sinergi BSN LPBI NU DKI Jakarta dengan Dinas LH bertujuan untuk kemajuan DKI Jakarta.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Isnawa Adji memaparkan bahwa gerakan ini sesuai dengan instruksi gubernur nomor 157 tahun 2016 bahwa setiap RW di Jakarta diimbau memiliki bank sampah.

“Selain itu, masyarakat juga perlu paham bahwa sampah ini bernilai ekonomis bagi masyarakat sehingga dapat menjadi berkah tersendiri bagi mereka,” ujar Isnawa.

Masjid Pulau Panggang pun menjadi pelopor gerakan bank sampah berbasis masjid di Jakarta.

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib menyampaikan, BSN LPBI NU DKI Jakarta  telah melakukan pelatihan pengelolaan sampah di berbagai komunitas di DKI Jakarta, namun selam ini melaksanakannya tanpa dukungan dari pemerintah.

“Semoga dengan sinergi program antara BSN dengan Pemrov DKI Jakarta akan lebih banyak bank sampah yang terbentuk dan masyarakat memamahami pentingnya pengelolaan sampah, karena pengelolaan sampah  juga bagian dari ibadah,” harapnya.

Panitia Rakor LPBI NU DKI Jakarta Aryo Sanjaya menyatakan, kegiatan peluncuran bank sampah bagian dari agenda Rapat Koordinasi II LPBI NU DKI Jakarta dengan peserta 80 orang ya ng terdiri dari Pengurus LPBI NU DKI Jakarta, PC LPBI NU se-DKI Jakarta, Pengurus Bank Sampah Nusantara, terasurga.com dan Santri Siaga Bencana (SSB).

Ada beberapa kegiatan pendukung, yaitu pelatihan pengelolaan bank sampah untuk pengurus masjid, dan sosialisasi kepada anak-anak “mari menjaga lingkungan kita” melalui dongeng anak yang diasuh oleh Toni pengurus LPBI NU DKI Jakarta.