image_pdfimage_print

LPBINU DKI-Santri-Melek-Medsos-Diera global ini, siapa sih yang tidak kenal dengan WhatsApp, Twitter, BBM,Facebook, Instagram, Path, Line? berbagai aplikasi media sosial yang tidak bisa disebutkan satu-satu ini seakan-akan keberadaannya telah bersanding dengan bahan pangan.

Berbagai aktivitas dari bangun tidur sampai kembali tidurpun selalu disempatkan untuk dapat posting atau update status dari kejadian yang dialaminya kepada publik!….. yaa begitulah keseharian seseorang yang memang menggunakan media sosial. Hampir setiap saat kita tidak dapat lepas darinya, karena memang begitu mudah dan cepat seseorang dapat melakukan obrolan secara online, berbagi file, bertukar foto tanpa bertatap muka secara langsung.

Media social bukan hanya sudah menjadi pengganti silaturrahim tatap muka namun juga menjadi alat dalam segala hal, bahkan ada slogan ‘yang jauh menjadi dekat, dan yang dekat menjadi jauh’. Media social adalah sebuah alat, fungsi dan nilai atau manfaatnya tergantung yang menggunakannya, jika digunakan oleh orang baik maka akan menjadi sebuah kebaikan, begitupun sebaliknya.

Pada peringatan hari santri Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta melaksanakan pelatihan mengelolaan media sosial ‘ Santri Melek Medsos’ dengan sub tema: Pengelolaan media sosial dalam penanggulangan bencana, kegiatan diikuti oleh 50 santri dan penggiat kebencanaan di lingkungan Nahdlatul Ulama di Jakarta,(22/10/19).

Aryo Sanjaya sekretaris LPBI NU DKI Jakarta menyatakan, pelatihan pengelolaan media sosial bagi santri sangat penting, dengan harapan santri mampu mensyiarkan kebaikan melalui bedia social, hal ini juga dapat mengimbangi dan menangkal berita bohong (hoaks). Setelah mampu mengelola maka akan mudah memasukkan konten yang diinginkan, seperti terkait dengan kebencanaan, memberikan informasi terkait mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayahny masing- masing sesuai dengan standar yang ada.

Pelatihan dibuka oleh Embay Suhaimi Kelada Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Daerah DKI Jakarta, dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap peran aktif LPBI NU DKI Jakarta yang selalu bermitra dengan BPBD DKI Jakarta dalam melaksanakan penanggulangan bencana di Jakarta, utamanya dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana serta penguatan kapasitas masyarakat.

Narasumber pelatihan media sosial adalah, Iwan Ibrahim selaku Kepala UPT Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta yang menyampaikan materi system penanggulangan bencana di DKI jakarta, M. Wahib Emha Ketua LPBI NU DKI Jakarta menyampaikan materi Peran media sosial sebagai syiar NU dalam penanggulangan bencana di Jakarta.

Instruktur pelatihan M. Idris Daulat, adalah seorang sosial technopreneurs yang expert dalam media social, menyampaikan tentang peran dan fungsi media sosial, kode etik dalam pengelolaan media social, serta strategi mempublikasikan konten di media sosial. Idris berharap santri yang mengikuti pelatihan ini mampu mengoptimalkan peran media sosial agar dimanfaatkan untuk merespon setiap kejadian kriris bisa dilakukan lebih cepat. Salah satu contoh dari penggunaan media sosial terkait persoalan sampah plastik yang menjadi problem bagi lingkungan, ujar Idris yang juga wakil sekretaris LPBI NU DKI Jakarta.

Sumber: https://nujakarta.com

LPBI NU DKI Jakarta, Latih Santri Mengelola Medsos Dalam Penanggulangan Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>