Ibu kota Jakarta merupakan daerah yang termasuk dalam katagori rawan bencana seperti banjir, gempa bumi dan kebakaran. Tingginya angka kebakaran tergambar di mana kurang dari satu minggu, terjadi 4-5 kali kebakaran. Hal ini disebabkan di antaranya konsleting listrik.

Pada Senin (21/5) terjadi kebakaran di Pondok Bambu, Duren Sawit, yang meluas hingga Cipinang Muara, Jakarta Timur. Total ada 42 rumah yang terbakar di kedua lokasi. Dengan total pengungsi 60 KK dengan jumlah 174 jiwa. Berselang dua hari terjadi  kebakaran puluhan rumah warga di Jalan Setia Kawan Ujung Gang Sawo RW 12, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/5) sekira pukul 22.00.

Seharii setelahnya terjadi  kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Pesing Koneng, RT 012 RW 08, Kedoya Utara,  dengan 15 rumah hangus, 25 KK jumalh jiwa 129  mengungsi di Masjid Jami Baiturrohman.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta melalui relawannya Santri Siaga Bencana (SSB) berperan aktif dengan melakukan kaji cepat, koordinasi dan pemberian bantuan pakaian dan perlengkapan sekolah di dua titik. Bantuan terhimpun dari kerja sama masyarakat dan juga dari Yayasan TK An-Nahl Cengkareng Jakarta Barat.

Yuili Pancayo Wakil Komandan SSB LPBI NU DKI Jakarta, dalam sambutanya menyampaikan bahwa peran aktif  SS B LPBI NU bagian dari meringankan beban penyintas bencana. “Apalagi  di bulan suci Ramadhan maka amal ibadah dan kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ujarnya.

M Wahib, ketua LPBI NU DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kebakaran harus terus diminimalisir, dengan terus bekerjasama dengan para pihak memberikan edukasi dan penguatan kapastas masyarakat, hal ini juga yang dilakukan LPBI NU DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, di lima wilayah DKI Jakarta. Ke depan masyarakat memahami ancaman, kerentanan dan dapat memaksimalkan kapasitas yang mereka miliki, sehingga masyarakat menjadi subyek bukan obyek lagi.