image_pdfimage_print

launching ngaji sampah plastik

View More
Lembaga Penangulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI Nu) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan program Ngaji Plastik yang bertempat di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, Kamis 25 / 10/2018.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam mengendalikan sampah plastik.

Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU, Fitri Aryani mengatakan, ngaji diambil sebagai metode karena kegiatan ngaji sudah akrab dengan masyarakat dan warga NU.

Ngaji biasanya untuk memberikan pengetahuan agama, lalu sosial kemanusiaan. Apa salahnya sekarang kegiatan ngaji terkait upaya mengatasi isu lingkungan dalam hal ini sampah plastic juga digalakkan,” ujarnya saat acara Peluncuran Ngaji Plastik di Gedung PBNU..

Menurutnya, sasaran program ini adalah para santri. Sebab, mereka merupakan salah satu investasi besar untuk masa depan bangsa.

“Mungkin hasil yang kita petik tidak sekarang, bisa belasan atau puluhan tahun lagi. Itu penting itu mengantisipasi di mana kita diramalkan kalau tidak bisa mengendalikan jumlah plastik akan memenuhi lautan Indonesia,” paparnya.

Ia bersyukur melihat antusias peserta dalam kegiatan ngaji sampah plastik. “Kalau dari resepons anak-anak selama pelatihan yang selalu bertanya, boleh datang lagi kapan, ini menunjukkan antusias mereka,” ucapnya.

Hadir dalam acara ini peserta dari pesanten, komunitas mengaji dan anggota Bank Sampah Nusantara LPBI NU seluruh Indonesia. Selain itu, Ngaji Plastik juga dilakukan di beberapa sekolah yang mengundang tim BSN.

Pada kegiatan Ngaji Plastik, peserta diajari teknik pngelolahan sampah plastic dengan metode yang sederhana, ecobrik. Pertama sampah plastik dipotong-potong, kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas yang juga berupa sampah.

“Kami ingin mengurangi konsumsi plastik, karenanya anak-anak bijaksana pada saat jajan dan bisa memilah makanan yang tidak menghasilkan sampah,” tambahnya.

Di sisi lain, penanganan plastik menjadi program yang dicanangkan pemerintah. Untuk itu diharapkan LPBI NU turut berkontribusi meminimalisir penggunaan plastik.

“Jadi ini sebagai follow up atau kampanye stop penggunaan plastik, baik berupa kantong plastik maupun sedotan plastik. Indonesia merupakan negara kedua dari  penggunanan plasti terbanyak di dunia,” ucapnya.

LPBI NU dan KLHK Luncurkan Program Ngaji Plastik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>