lpbinu dkiLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) DKI Jakarta, bekerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar program peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanganan bencana, Sabtu (20/7/2019).

Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Assholihin Al-Abror di Jl. Rorotan Jakarta Utara, diikuti oleh 40 peserta dari santri dan masyarakat sekitar pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Assholin Al-Abror, sekaligus tuan rumah, KH. Mukhlis Al Fadhil menyampaikan terima kasih kepada LPBI NU DKI Jakarta dan BPBD yang telah memilih pesantren sebagai tempat untuk pelatihan kebencanaan berbasis komunitas.

“Kami sampaikan terimakasih yang banyak kepada LPBI NU dan BPBD DKI Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada Pesantren Al-Fadhil, ini merupakan ilmu baru bagi santri di pondok pesantren salafiyah (yang hanya mengkaji kitab kuning). Semoga ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat” kata Kiai Mukhlis.

Di tempat yang sama, Ketua LPBI NU DKI Jakarta, M. Wahib Emha menyampaikan jika ini merupakan agenda rutin LPBI NU DKI Jakarta untuk melatih masyarakat dan santri agar mengetahui tentang ancaman bencana disekitarnya, sehingga menjadi paham untuk cara penanganannya. “Sebagaiman diketahui LPBI NU DKI Jakarta, memiliki relawan yang disebut SSB (Santri Siaga Bencana) yang tersebar di DKI Jakarta dan dikomandani oleh Asep Sabar Utama Wakil Ketua LPBI NU DKI Jakarta” ungkap Gus Wahib.

Hal senada diutarakan pula oleh M. Basuki Rahmat sepaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga BPBD DKI Jakarta, mengapresiasi kegiatan LPBI NU yang selalu aktif dalam penanganan bencana.

“Saya sangat mengapresisai kegiatan rutin yang dilaksanakan LPBI NU DKI Jakarta, bukan hanya pada saat bencana tapi juga pra dan pasca bencana, serta bisa menggabungkan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dengan Adaptasi Perubahan Iklim (API) belum ada lembaga yang dapat menggabungkannya” tuturnya.

Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah LPBI NU DKI Jakarta, BPBD DKI Jakarta dan Ambulan Gawat Darurat (AGD) dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, selain materi PRBBK, Manajemen Bencana peserta juga dilatih cara penyelamatan dan penanganan pada gawat darurat.