Gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter dengan pusat di Samudera Hindia berjarak 43 kilometer dari barat daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa kemarin (23/1) mengakibatkan sejumlah kerusakan. Meski tidak menyebabkan tsunami, gempa membuat para korban menjadi trauma.

Untuk itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Provinsi Banten langsung melakukan assessment berupa pendataan dan pendampingan korban terdampak bencana.

Laporan sementara, ratusan rumah rusak akibat gempa. Beberapa desa yang terdampak gempa di antaranya Desa Sawarna sebanyak 65 rumah warga rusak berat dan ringan, Desa Bayah satu masjid dan dua rumah rusak berat, Desa Wanasalam enam rumah rusak, Desa Panggarangan 92 rumah rusak, Desa Cilograng sembilan rumah rusak, Lebak Gedong satu Puskesmas rusak, Desa Sobang dua rumah rusak, Desa Cimarga dua rumah rusak, Desa Sajira satu rumah rusak, dan Desa Cihara satu rumah rusak.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang tidak jelas,” kata Ketua LPBI NU Banten Ustur Ubadi kepada wartawan, Rabu (24/1).