lpbinu JeparaRatusan peserta mengikuti latihan geladi ruang, geladi posko dan geladi lapang penanganan bencana banjir di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang digelar Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat melalui Program Slogan Steady LPBI NU Jepara sejak 4 hingga 6 April 2018.

Pada saat pembukaan geladi ruang diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan dinas/OPD, LPBI NU, PMI, Tagana, Pramuka hingga perwakilan masyarakat dari daerah rawan bencana.

Manajer Program dari LPBI NU Pusat Yayah Ruchyati mengungkapkan, sudah dua tahun LPBI NU melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya pendampingan dalam penyusunan SOP Kedaruratan, Mekanisme Penanganan Darurat Bencana, SOP Peringatan Dini, Berbagai kegiatan sebelumnya telah dilaksanakan mulai workshop pengurangan resiko bencana, pelatihan penyusunan kajian risiko bencana, pelatihan teknik tanggap darurat bencana, dan penyusunan dokumen kajian risiko bencana.

“Kajian risiko bencana meliputi seluruh wilayah Jepara, sedangkan pelaksnaan geladi lapang penanganan darurat bencana atau simulasi dilaksanakan di Desa Ketileng Singolelo, Welahan, dan Sowan kidul, Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Dikatakan, geladi lapang merupakan simulasi atau drill seperti nyata, hal ini menguji rencana kontinjensiyang telah disusun oleh para pemangku di tingkat desa. Pelaksanaan geladi ruang dan geladi posko dilaksanakan di Gedung PCNU Jepara.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya akan menguji hasil program Slogan Steady yang bekerjasama dengan Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, di antaranya penanganan kedaruratan bencana di Kabupaten Jepara dan peringatan dini banjir di tiga desa objek kajian.

“Harapannya dokumen yang kami cek tidak digunakan, karena dokumen ini digunakan ketika ada bencana, pasti inginnya tidak ada bencana yang terjadi sehingga dokumen tersebut tidak digunakan,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga memantau proses latihan pimpinan unsur komando dan staf dalam pengambilan keputusan dalam sistem komando tanggap darurat bencana.

“Puncaknya pada geladi lapang akan ada simulasi ujicoba jalur evakuasi, selama ini masyarakat sudah terorganisir ketika ada bencana tapi rambu belum ada. Kami berikan rambu agar masyarakat terarah ketika ada bencana,” ungkapnya.