image_pdfimage_print

BankSampahNusantaraSelama ini sampah menjadi problem yang tak pernah habisnya untuk dibicarakan. Penanganannya pun sampai sekarang belum tuntas. Salah satu penyebabnya karena minimnya kesadaran individu dan masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.
Tapi siapa sangka, dari sampah-sampah ini bisa menjadi berkah tersendiri karena menghasilkan pundi-pundi uang. Caranya, dengan mengelola sampah yang telah didaur ulang. Di sinilah dituntut kreatifitas kita yang bisa jadi hasil dari ide kreatif ini menciptakan peluang bisnis baru.
Sofyan Lutfi selaku Dewan Eksekutif Bidang Lingkungan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdatul Ulama (LPBI NU), mengungkapkan, ada beberapa cara sederhana untuk mengolah sampah rumah tangga.
“Untuk sampah organik, seperti sisa buah dan sayur, bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos yang bisa dijual. Sedangkan sampah non organik seperti kaleng bekas, kardus, minuman kemasan, koran bisa diolah menjadi produk-produk kreatif dan inovatif yang juga bisa dijual,” papar Sofyan.
Bila masyarakat dapat mengolah sampah organiknya sendiri, katanya, itu akan sangat berdamapak signifikan. Dari 7000 lokasi sampah di DKI Jakarta, yang bisa diangkut dinas kebersihan paling hanya lima ribu. Sisanya ada di kali, parit-parit, yang akan menjadi bencana kalau tidak kita olah.
“Kalau tak diolah, sampah tentu akan memberikan bencana kepada masyarakat. Tapi bila mengerti cara mengolahnya, sebaliknya, sampah bisa menjadi berkah untuk mereka,” tambahnya.
Ia memaparkan secara detail hal itu di hadapan peserta bincang kreatif dan inovatif di hari pertama kegiatan ‘Smesco Glow Ramadhan Festival 2016′ yang diadakan Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) , di gedung Smesco RumahKU, Jakarta, Kamis (23/6).
Karena itu, LPBI selalu aktif merangkul berbagai komunitas yang memiliki misi dan visi serupa. Sambil tetap membina masyarakat, termasuk sejumlah santri-santri pesantren, untuk terlibat aktif dalam kegiatan atau proses pengelolaan sampah.
“Yaaa meski harus diakui untuk memasarkan produk-produkk daur ulang memang tidak mudah karena pangsa pasarnya yang masih cukup terbatas, namun kita bisa menyelamatkan lingkungan dari bencana,” ujarnya.
Terkait bincang-bincang kewirausahaan dengan LPBI PBNU yang menyinggung sulitnya memasarkan produk daur ulang tersebut, Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, menegaskan hal tersebut menjadi salah satu tugas lembaganya.
“Tugas mempromosikan dan memasarkan ini tanggung jawab kami. Mempromosikan artinya memberi dukungan kepada produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku kreatif untuk diperkenalkan kepada publik. Termasuk memasarkan produknya,” ucap Ahmad Zabadi.
Ahmad Zabadi menambahkan, saat ini lembaganya fokus untuk membina para pelaku di bidang pengolahan limbah untuk bisa memproduksi barang-barang yang dibutuhkan dan diminati masyarakat. Jadi, bukan sekadar apa yang mampu mereka buat, tapi juga memproduksi apa yang diperlukan pasar.
“Hal tersebut dilakukan agar produk-produk dari hasil olahan sampah atau limbah mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Intinya jangan sampai mereka produksi, tapi tidak ada yang membeli,” ujar Ahmad Zabadi.
Ia mengatakan lembaganya juga akan menjalin kerja sama dengan LPBI NU untuk mengembangkan proses kreatif dalam mengolah dan memproduksi barang-barang dari limbah atau sampah. Dengan harapan, produk tersebut akan semakin diminati masyarakat.
Terkait kegiatan Smesco Glow Ramadhan Festival, Ahmad Zabadi menjelaskan, ini acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Tujuannya tak lain, untuk mempromosikan dan memasarkan produk koperasi dan UKM kepada masyarakat.
“Bulan puasa Ramadhan tahun ini membawa berkah bagi pelaku koperasi serta usaha kecil dan menengah karena dalam kegiatan itu para pelaku koperasi dan UKM dapat menampilkan produk unggulan karya masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan yang ditujukan sesuai target market yaitu anak muda, perempuan, dan netizen, ini juga diisi dengan acara menarik dan kreatif, seperti bincang-bincang kewirausahaan sosial, bedah buku, kelas pembuatan film dan lain-lain.
Sebut saja penampilan Charity Concert oleh Musik Jalanan Center feat Sekolah Tobelo, serta lomba hadroh, nasyid dan marawis yang diikuti oleh lebih dari 30 grup. Atau juga Muslim Inspiring talkshow oleh Hijab Speak, Bedah Buku ‘Assalaamualaikum, Imamku’ oleh Laila Nugraha dan ‘Ketika Mas Gagah Pergi II’ oleh Helvy Tiara Rosa, serta Kelas Membuat Film dengan bujet rendah dibawakan oleh Project Creative Indonesia, Film 8mm, dan Sweetpots Recording Indonesia.
Event itu juga diramaikan dengan diskon berbagai produk kebutuhan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, seperti diskon hingga 60% untuk produk muslim fashion, bazar sepatu dan sendal bekerja sama denga Asosiasi Produsen Alas Kaki Indonesia serta pasar murah produk sembako bekerja sama dengan BULOG.
Ahmad Zabadi berharap kegiatan yang diselenggarakan pada 23 – 25 Juni 2016 ini bisa meningkatkan penjualan produk KUKM di momen spesial Ramadhan ini serta meningkatkan brand

Kreativitas Olahan Sampah LPBI NU Meriahkan ‘Smesco Glow Ramadhan Festival 2016′

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>