image_pdfimage_print

ALi yusuf - LPBINUKetua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M. Ali Yususf mengatakan bahwa tugas manusia di bumi ini pertama adalah untuk memakmurkan dan mensejahterahkan bumi.

Hal tersebut ada dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 61, yang artinya; “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya”, kenapa disini ada kata memakmurkan? Karena segala sesuatu yang mengganggu dan berpotensi merusak bumi atau lingkungan, itu harus kita hindari, karena tidak sama dengan mandat yang diperintahkan oleh Allah.

“Kemudian ada juga ayat yang melarang kita untuk tidak berbuat fasad, nah ini penting, fasad di sini termasuk bahaya sampah plastik, jadi ketika sampah khususnya sampah plastik, ketika dibiarkan ternyata dampaknya luar biasa bahkan akan meruntuhkan peradaban manusia, mengganggu kemanusiaan,” Kata Ali dalam sambutannya pada acara Ngaji Plastik di Aula UNUSIA, Rabu (15/5/2019) kemarin.

Menurutnya ketika LPBINU konsen pada isu perubahan iklim, sampah plastik ini bahkan menjadi salah satu faktor penyebab utama dari kejadian bencana dan perubahan iklim.

“Saya kira ini menjadi isu yang teman-teman sudah ketahui, semakin banyak kejadian bencana tentu yang terkait dengan meteorologi yang ini sudah disampaikan oleh BNPB bahwa 95 persen di 10 tahun terakhir bencana di Indonesia disebabkan karena kerusakan lingkungan, dan saya kira sampah menjadi salah satu penyebab dari kerusakan bumi itu, maka dsini sampah secara umum masuk dalam katagori fasad,” Ungkapnya.

Menurutnya, terkait dengan pengelolaan sampah secara umum, tentu kita semua masyarakat islam, terutama NU saya kira istilah kesucian itu suatu yang wajib, dipesantren kita sudah belajar, ada bab yang namanya bab thoharah terkait kebersihan.

“Atthohuru minal iman, kesucian bagian dari keimanan kita, kata thohuru ini sebenarnya memiliki makna lebih kompleks tidak hanya berarti soal fisik, nah ini kenapa kita atau PBNU perlu konsen dengan isu soal sampah khususnya sampah plastik,” paparnya.

Ngaji Plastik yang bertema “Kajian Keagamaan Pantang Plastik” merupakan kerjasama LPBINU dengan Greenpeace Indonesia, dan dihadiri oleh peserta dari komunitas urban di wilayah Jakarta, seperti millennials, ibu muda, dan siswa atau mahasiswa. (LD)

Ketua LPBI NU: Salah Satu Tugas Manusia Memakmurkan dan Mensejahterakan Bumi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>