Pondok-Ramah-AnakKepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tengah Ridwan Mumu mengunjungi dan menyaksikan langsung aktivitas anak-anak korban gempa dan tsunami di Pondok Ramah Anak (PRA) Dupa Indah, Kelurahan Palu Utara, Kota Palu, Rabu sore.PRA Dupa Indah ini adalah salah satu pondok anak yang dibangun Nahdlatul Ulama (NU) Peduli untuk anak-anak korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu.

Di pondok yang terbuat dari tenda inilah anak-anak korban bencana yang mengerikan itu dibimbing dengan berbagai metode agar trauma mereka hilang dan kuat menghadapi tantangan pascagempa.

Anak-anak di pondok tersebut langsung menyambut gembira kedatangan Kadis Ridwan Mumu dengan nyanyian Shalawat Badar dan lagu Selamat Datang Kakak. Nyanyanyian ini sudah menjadi lagu wajib setiap ada tamu yang mengunjungi mereka.

Tak mau kalah, Kadis Sosial pun mengajak anak-anak bernyani dan langsung memamandu anak-anak dengan lagu Di Sana Senang Di Sini Senang. Ridwan ikut larut dalam kebersamaan anak-anak korban gempa serta para fasilitator PRA.

Mereka didampingi Child Fund Refta, serta Koordinator PRA Dupa Indah Zulfiah Mansur dan Koordinator Psikosial Anak NU Peduli Zuliyati.

Dalam kunjungannya itu, Ridwan memberikan sejumlah bantuan berupa permainan anak. Dirinya berjanji akan datang kembali ke tempat itu dan memberi bantuan untuk kebutuhan anak-anak setempat.

“Selamat kepada anak-anaku di Dupa indah, semoga dapat menikmati belajar dan bermain di tempat ini. Saya akan datang lagi di hari Jumat besok untuk membawakan oleh-oleh kepada anak-anakku semua”, janji Ridwan disambut sumringah anak-anak.

Sementara itu fasilitator PRA Dupa Indah, Zulfiah Mansur mengatakan sejak pondok ramah anak itu dibuka 1 November 2018, telah direspon baik oleh masyarakat setempat.

Para orang tua sangat antusias dengan kehadiran pondok anak NU Peduli tersebut, bahkan mereka kadang ikut menunggu anak-anaknya hingga seluruh kegiatan berakhir.

“Alhamdulilah kami melakukan semua ini dengan ikhlas, senang hati serta mendapat dukungan semua elemen bisa terlaksana karena dukungan dan fasilitas oleh NU Peduli dan Child Fund,” katanya.***