image_pdfimage_print

LPBINU Bantu Korab Pacitan2Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berkomitmen kepada dua isu, yaitu penanggulangan bencana dan perubahan iklim. Komitmen dan keterlibatan NU dalam hal bencana melalui lembaga yang pada awalnya disebut Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM ) tahun 2005.

Kemudin dalam Muktamar PBNU di Makassar baru ada lembaga resmi yang disebut LPBINU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) itu secara resmi berdiri tahun 2010. Hingga saat ini pengurusnya sudah ada di tingkat provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Riset dan Pengembangan LPBINU Abdul Jamil Wahab pada acara Lokakarya Internasional yang diadakan oleh Adventist Development and Relief Agency Indonesia (ADRA) di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (27/3).

Dikatakannya, karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah Nahdaltul Ulama, maka ketika ada bencana yang menjadi korban adalah masyarakat NU. Maka di sinilah LPBINU punya kepentingan untuk bagaimana masyarakat mempunyai kapasitas yang memadai dalam menghadapi bencana, karena Indonesia adalah wilayah yang potensial untuk terjadi berbagai macam bencana. “Oleh karena itu LPBINU kemudian berkomitmen kepada dua isu, yaitu penanggulangan bencana dan perubahan iklim,” ungkap Abdul Jamil

“Yang paling strategis adalah bagaimana kita meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal bencana untuk mempunyai kemampuan dalam penanggulangan bencana. Ini yang saya kira menjadi visi dan misi dan strategi yang dilakukan LPBINU,” tambahnya

Diungkapkannya, bahwa tema yang disampaikan panitia adalah bagaimana LPBINU mengkhutbahkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam isu penanggulangan bencana. Maka ada beberapa program LPBINU yang sudah dilakukan.

“Yang pertama, sejak 2006 ada pesantren base, mengapa pesantren base, ada istilah kalau NU itu sebagai organisasi besar maka pesantren itu adalah NU kecilnya, jadi kalau ingin memahami NU yang tadi sudah terbentuk wilayah dan cabangnya diseluruh Indonesia bahkan cabang Istimewa di luar negeri itu besar sekali, dan umatnya 91 juta diperkirakan.

Maka kalau ingin memahami karakteristik dariapada NU sebetulnya bisa memahami dari hal yang kecil yaitu bagaimana sebuah pesantren itu, jadi pesantren itulah NU kecil, dan tentunya dari pesantrenlah dilakukan pemberdayaan terhadap masyarakat, baik itu dalam asset pendidikan agama, pendidikan umum, pembangunan ekonomi dan sebagainya,” paparnya

Kemudian peningkatan tokoh agama dalam pelestarian lingkungan. “Saya kira ini isu yang strategis dan efektif, karena yang pertama di enam wilayah yang sudah kami lakukan yaitu di Manado, Bunaken, Pekalongan, Garut, Banjar Baru Kalsel, Pangkal Pinang. Dari enam daerah ini kita undang tokoh-tokoh agama dari seluruh agama dan semuanya kita bekali dengan metode fact action research,” jelasnya

Dan yang saat ini sedang gencar dilakukan adalah program pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diberi nama Bank Sampah Nusantara (BSN) sejak tahun 2016 hingga kini sudah memiliki cabang-cabang diberbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini masyarakat diajak melalui pendekatan keagamaan, karena pendekatan keagamaan ini merupakan pendekatan yang paling efektif.

Dalam kesimpulannya, Abdul Jamil mengatakan bahwa program ini tidak hanya mengenalkan bagaimana pengelolaan sampah tapi juga meyaakinkan masyarakat bahwa pengelolaan sampah adalah bagian yang juga sangat penting dari nilai-nilai agama, an-nazhaafatu minal iimaan, yang artinya kebersihan sebagian dari iman. “Konsep tersebut tidak hanya sebatas jargon, tapi bagaimana mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah dan mengumpulkan kemudian diolah sampah itu menjadi barang yang bermanfaat,” pungkasnya. (hud)

Isu Bencana, LPBI NU Komitmen Tanggulangi Bencana Dan Perubahan Iklim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>