LPBI NU Kab JEMBRANA Berbagi TakjilKamis malam (23/5) kembali sejumlah desa di kabupaten Jembrana diterjang banjir bandang.

Setelah tiga jam dilanda hujan lebat, kota Jembrana tergenang air setinggi lutut orang dewasa hingga menyebabkan jalur utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di depan kantor PDAM Jembrana macet total. Kemacetan ini dikarenakan setelah beberapa kendaraan besar dari kedua arah yang mencoba melewatinya akhirnya mengalami mati mesin.

Para relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Jembrana yang langsung turun ke lokasi di daerah Loloan Barat saat kejadian berkoordinasi dengan BPBD Jembrana turut membantu warga memindahkan barang dari rumah-rumah yang terdampak banjir ke rumah warga yang lokasinya lebih tinggi.

Rifki salah seorang petugas LPBINU Jembrana melaporkan dari lokasi bahwa sejak maghrib air telah menggenangi daerah Loloan barat di kompleks makam Habib Umar Bafaqih. Ketinggian air mencapai setinggi orang dewasa.

“Rumah warga yang paling parah terendam banjir itu memang kondisi geografisnya cekung dan rendah, jadi air sangat sulit dialirkan”, jelasnya.

Saat berita ini diturunkan, kondisi air telah kembali surut sejak pukul 10 malam dengan menyisakan air setinggi betis. namun sejauh ini tidak ada korban jiwa.

“Air Bah tidak mengandung lumpur dan bebatuan jadi tidak mengendal di rumah-rumah warga dan mudah untuk dilakukan pembersihan, sayangnya kami tidak sempat berpikir untuk mengambil foto saat itu”, tambah ketua LPBINU Jembrana itu.

Dilaporkan pula bahwa daerah yang terdampak banjir kali ini adalah desa Kaliakah dan kelurahan Loloan Barat. (dad/rifki)