lpbinu-baliHujan deras disertai petir mengguyur wilayah pulau Dewata sejak 3 hari silam. Menyebabkan beberapa sungai meluap dan banjir disejumlah wilayah. Hal itu menggerakkan tim penanggulangan bencana Nahdlatul Ulama (LPBI NU) untuk siap siaga membantu warga yang terkena banjir.

Seperti yang terjadi dikawasan jalan pura demak sekitaran gedung PWNU Bali. Selama dua malam berturut-turut, warga disekitar gedung PWNU berbondong-bondong mengungsi di gedung PWNU karena tempat tinggal mereka terendam banjir. Warga memilih untuk mengungsi di gedung PWNU karena dirasa lebih aman dilihat dari pondasi bangunannya yg lebih tinggi dibanding tempat tinggal warga sekitar. Kedatangan warga langsung disambut oleh tim relawan  LPBI NU yang tinggal di gedung. Oleh tim LPBI NU, warga disediakan tempat yang aman untuk digunakan sebagai pengungsian sementara.

Dari data yang dapat dihimpun oleh Kholilur Rahman selaku tim relawan LPBI NU, Pada malam pertama atau hari Senin malam terdapat sekitar 50 warga yang mengungsi. Sedangkan pada malam ke-2 atau selasa malam, ada sekitar 20 warga yang datang mengungsi. Hal itu dikarenakan pada malam ke-2 banjir tidak separah pada saat malam pertama.

“Pengungsi mulai berdatangan sejak pukul 23.00 Wita dan kembali ke kerumah masing-masing sekitar pukul 06.00 Wita ketika air mulai surut. Mereka datang dengan membawa kendaraan pribadi dan barang-barang berharga untuk diamankan di Gedung PWNU.” ujar Kholil.

Saat banjir pada malam pertama, warga banyak yang berdatangan dalam keadaan basah kuyup karena tingginya curah hujan serta dalamnya air banjir. Maka dari itu, Tim Relawan LPBI NU membagikan Pakaian dan selimut untuk warga yang mengungsi. Tim relawan juga menyuguhkan konsumsi berupa mie instant, air mineral, dan obat-obatan bagi yang memerlukan.

Setelah menerima warga yang berdatangan, tim relawan kemudian menyisir ke beberapa tempat tinggal atau kos warga yang terendam banjir. Guna mengevakuasi dan membantu para warga yang kesulitan untuk keluar rumah menuju ke gedung PWNU Bali. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi, tim relawan akan terus siap siaga di gedung PWNU Bali sambil memantau situasi.

“Apabila kondisi cuaca terus begini, maka kemungkinan besar warga akan tetap mengungsi di Gedung PWNU setiap malam hari.” Pungkas Kholil.