image_pdfimage_print
lpbinu-pesantrenKasus Covid-19 di pondok pesantren sampai hari Kamis 1 Oktober, terdapat empat pondok yang terpapar, diantaranya Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Pondok Pesantren Tahfidz Daar Qur’an, dan Pondok Pesantren Al-Azhar Kebumen.
Pondok Pesantren Nurul Hidayah terdapat 358 jiwa, pondok Pesantren Al-Istiqomah terdapat 8 jiwa, Pondok Pesantren Tahfidz Daar Al-Furqon terdapat 3 jiwa, dan Pondok Pesantren Al-Azhar terfapat 12 jiwa.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Mukhsinun, S. H. I., M. E. I. pada suaralawet.online melalui Whatsapp menjelaskan bahwa dari keempat pesantren yang terpapar tersebut semuanya merupakan contact tracing dengan luar pondok.
Mukhsinun, juga menambahkan bahwa sampai tadi malam semua kondisi santri membaik atau masuk kategori orang tanpa gejala.

“Alhamndulillah sampai tadi malam semua kondisi santri membaik atau masuk kategori orang tanpa gejala”, imbuh Mukhsinun.

Selain itu, Muhsinun menjelaskan bahwa dari LPBI NU sudah berusaha membangun sinergitas penanganan covid di pesantren bersama lembaga terkait RMI NU, LKNU dan Lazisnu Kebumen sudah melakukan koordinasi dengan pihak tetkait seperti BPBD Kebumen, PMI Kabupaten Kebumen, Dinkes Kebumen dan Puskesmas diwilayahnya, serta pengasuh/pengurus pondok sehingga penanganan segera terkendali dan akses pertolongan kepada pesantren lebih cepat.

“Banyak juga dukungan dan partisipasi dari para donatur. Sehingga dapat memberikan dukungan/bantuan kepada pesantren yang terpapar, jika pesantren punya kemampuan akan dibantu bahan baku masakan seperti Pondok Pesantren Al-Istiqamah Petanahan. Namun untuk ketiga pesantren lainnya kami beri bantuan nasi bungkus sehari 3 kali selama masa isolasi mandiri”, ungkap Mukhsinun.

Hal ini guna mendukung ketenangan para santri dalam menjalani masa isolasi dan dapat menunjang upaya penyembuhan. Selain itu ada juga bantuan masker dan baju hasmat untuk memperkuat tim jogo santri di pondok pesantren yang dimotori oleh RMI NU Kebumen.
Muhsinun juga menghimbau kepada pengasuh, pengurus pesantren dan masyarakat umum untuk tidak abai terhadap penerapan protokol kesehatan di lingkungannya dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, diusahakan menjaga jarak aman, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga imunitas tubuh, karena covid-19 ini bukan aib tapi virus yg menyerang kekebalan tubuh sehingga senjata utama ketika virus masuk ke dalam tubuh adalah dengan menjaga/meningkatkan imunitas tubuh kita.

“Banyak orang yang terpapar covid-19 yang dapat disembuhkan. Oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat dan walisantri agar tidak perlu menghawatirkan yang berlebihkan. Kondisi santri baik-baik di pesantren dan sudah dibantu oleh pihak-pihak terkait. Untuk sementara waktu, pesantren kiranya tidak membuka masa jengukan atau sambangan santri, tapi pesantren dapat mengatur kiriman atau iuran santri melalui transfer atau paket hal ini untuk mengurangi kontak santri dengan pihak luar”, jelas Mukhsinun.

Ketua LPBI NU Kebumen sangat berharap bahwa covid-19 di pesantren cukup berhenti di empat pon pes tersebut, dan pondok pesantren lainnya dapat mengambil i’tibar dari keempat pondok tersebut, untuk itu sesegera mungkin membentuk tim jogo santri untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dilingkungannya.

“Covid-19 di pesantren cukup berhenti di empat pon pes tersebut, dan pondok pesantren lainnya dapat mengambil i’tibar dari keempat pondok tersebut, untuk itu sesegera mungkin membentuk tim jogo santri untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dilingkungannya”, harap Mukhsinun.

Covid-19 Di Empat Pesantren, Muhsinun: Harap Tenang

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>