expedisi DESTANABupati Kabupaten Kebumen Yahzid Mahfud bersyukur atas keterlibatan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) pada Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019.

“Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah, bangga, dan berterima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kepeduliannya terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti Kebumen,” kata Yahzid Mahfud di Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kabupaten Kebumen, Rabu (31/7).

Yahzid menuturkan bahwa Kebumen memiliki garis pantai sepanjang 51 kilometer. Selain itu, ada 32 desa di sembilan kecamatan yang berisiko terdampak bencana tsunami. Sehingga kehadiran LPBINU pada kegiatan EDT 2019 sangat bermanfaat, karena telah mengedukasi masyarakat untuk pengurangan risiko bencana.

Mensosialisasikan mitigasi bencana kepada masyarakat, memasang alat Early Wraning System (EWS), juga menanaman pohon di sekitar pantai yang dilakukan LPBINU bersama tim EDT 2019 merupakan upaya untuk pengurangan risiko bencana, terhadap warga pesisir Jawa bagian selatan yang merupakan wilayah memiliki potensi rawan bencana tsunami.

“Untuk itu kedepan mudah-mudahan antara Kabupaten Kebumen dan PBNU dapat terjalin hubungan dengan baik, masalah-masalah bisa kita pecahkan bersama, apalagi saya sebagai warga NU dan mohon dukungan dari PBNU agar kabupaten kebumen terjauhkan dari masalah bencana,” ujar Yahzid

Yahzid juga mengungkapkan bahwa bencana tidak bisa dicegah tapi bisa diminimalisir, “ini ikhtiar lahir batin kita bersama, para kiyai dan masyarakat berdoa bersama-sama agar Kabupaten Kebumen dijauhkan dari bencana yang tidak kita inginkan,” paparnya

Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019 yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (B