image_pdfimage_print

Ali YUsuf - LPBINU Ramadhan merupakan momen di mana banyak umat Muslim berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Salah satu kebaikan yang bisa dilakukan selama Ramadhan adalah menjaga lingkungan melalui pantang menggunakan plastik di setiap aktivitas pada bulan puasa, oleh karena itu Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M Ali Yusuf mengajak masyarakat untuk mengikuti “Ngaji Plastik” yang akan digelar besok, Rabu (15/05) di Aula Kampus UNUSIA, Matraman, Jakarta Pusat.

Konsep “Ngaji Plastik” pertama kali gagas dan dikampanyekan oleh LPBI NU pada hari Bebas Kantong Plastik Sedunia atau International Plastic Bag Free Day yang diperingati pada 3 Juli 2018 tahun lalu. Dan kemudian semakin digalakkan hingga saat ini.

Dalam gerakan Ngaji Plastik ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya plastik, serta mensosialisasikan tentang dampak yang ditimbulkan plastik terhadap lingkungan, hingga tips mengenai perilaku dan life style melestarikan lingkungan.

Memang tidak mudah untuk mengajak masyarakat segera move on pada plastik, tapi bukan tidak mungkin, kata pria kelahiran Bojonegoro itu. “Untuk menghapus penggunaan kantong plastik 100% memang bukan hal yang instant, tetapi yang paling memungkinkan adalah memulai dari niat sendiri, dan mulai mendisiplinkan mengurangi pemakaian plastik di perkantoran, diperlukan kesadaran untuk mengindahkan hasil Munas NU 2019 tentang haram hukumnya membuang sampah sembarangan, serta sanksi pemerintah terhadap perusahaan yang tidak mengelola sampahnya.

“Oleh karena itu, untuk mengetahui permasalahan lingkungan dan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari dalam perspektif hukum dan nilai keagamaan islam, LPBI NU bersama Greenpeace Indonesia akan menggelar kegiatan ngaji plastik dengan tajuk  “Kajian Keagamaan #PantangPlastik” pada Ramadhan tahun 2019”, Papar Ali

Acara yang akan digelar esok dan diakhiri dengan berbuka bersama itu mewajibkan kepada peserta untuk membawa botol minum atau tumbler masing-masing.

Bisakah Ramadhan Ramah Lingkungan?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>