lpbinu--Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda sejumlah Desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (17/1/2018) petang kemarin. Akibat kejadian itu, puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Selain bangunan yang rusak, banyak pohon besar bertumbangan dan menyebabkan jatuhnya korban. Dua warga meninggal dunia akibat kejadian ini.

Bencana angin puting beliung menyapu setidaknya 4 Desa di Kecamatan Mojowarno. Desa-desa yang tersapu, yakni Desa Latsari, Desa Mojowarno, Desa Mojoduwur dan Desa Karanglo.

Pasca kejadian itu, sejak Rabu petang kemarin sejumlah kelompok datang ke lokasi kejadian untuk membantu pemulihan situasi dan kondisi. Diantara relawan yang terjun ke lokasi adalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser), relawan siaga bencana dari Banser (Bagana), LPBI NU serta LAZISNU.

Pantauan di lapangan, selain BPBD, TNI dan Polri, relawan lainnya, yakni SEMAR, RAPI serta Tagana juga tampak di desa-desa yang terdampak angin puting beliung.

Para relawan yang datang ke lokasi bencana, membantu pada pembenahan rumah-rumah warga yang rusak, ataupun jalan-jalan yang tertutup pohon tumbang. Selain itu, bantuan logistik juga turut berdatangan ke lokasi bencana.

Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Mojowarno, Moh. Hisyam Fahmi mengungkapkan, pihaknya menurunkan para relawan dari Banser untuk membantu warga yang rumahnya terdampak angin puting peliung.

Selain relawan yang diturunkan, kelompok relawan di lingkungan NU ini juga turut membantu pendistribusian bantuan logistik. “Bantuan yang datang antara lain dari Kemensos, dari Lazisnu dan LSPT (Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng),” ujar Fahmi, Kamis (18/1/2018).

Diberitakan sebelumnya, pasca kejadian angin puting beliung di sejumlah desa di Mojowarno, pada Kamis (18/1/2018) pagi, warga setempat dibantu aparat dari TNI dan Polri, serta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, bahu-membahu membenahi rumah warga yang mengalami kerusakan.

Selain TNI dan Polri, para relawan, seperti dari Banser, Semar, Tagana, Senkom Mitra Polri serta RAPI juga tampak bergabung dalam memperbaiki rumah-rumah warga yang rata-rata rusak pada bagian atap.