image_pdfimage_print

bsn3

Bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara menggelar Training Of Trainer (ToT) Pengelolaan dan Manajemen Bank Sampah Berbasis Lingkungan selama dua hari, 29-30 Agustus 20018 bertempat di Hotel Park dan Hotel Ibis.

ToT Pengelolaan dan Manajamen Bank Sampah Berbasis Lingkungan yang digelar selama dua hari ini diikuti seluruh perwakilan BSN LPBI NU dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Lampung, dan Kalimantan.

Dalam sambutannya, Ketua LPBI PBNU, M Ali Yusuf berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan proses pembelajaran dalam pelatihan ini dengan baik.

“Alangkah ruginya jauh-jauh datang ke sini jika tidak belajar dengan baik, karena ini sangat bermanfaat, untuk pengelolaan sampah dikomunitas masing-masing,” tutur Ali  dalam sambutannya, Rabu (29/8).

Berdasarkan perhitungan dari Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, total jumlah sampah Indonesia pada tahun 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Untuk itu, perlu dilakukan pengelolaan sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga secara komprehensif dan terpadu dengan menerapkan prinsip pengurangan dan penanganan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, sampah yang dihasilkan setiap orang dalam satu hari mencapai 0,7 kg, maka jumlah timbunan sampah rata-rata dalam sehari di kota-kota metropolitan (jumlah penduduk >1 juta jiwa) dan kota besar (jumlah penduduk 500 ribu-1juta jiwa) masing-masing adalah 1.300 ton dan 480 ton.

“Sampah plastik kian hari semakin bertambah, kalau dari total jumlah timbulan sampah yang dihasilkan itu, 15 persennya adalah sampah plastik. Nah saat ini KLHK sedang menyusun dua rancangan Permen (Peraturan Menteri) terkait hal itu,” jelas Rosa

Rosa berharap nantinya ketika peserta kembali ke daerah masing-masing dapat membagi dan mengembangkan pengetahuannya ke komunitas lainnya.

Bekerjasama dengan KLHK, LPBI NU Gelar ToT Pengelolaan dan Manajemen Bank Sampah Berbasis Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>