image_pdfimage_print

LPBINU BimtekLembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdltul Ulama (LPBI NU) bekerjasama dengan Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah  dan Pendidikan Khusus gelar Bimbingan Teknis Dukungan Psikososial Bagi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, (14-16 /12).

Pascagempa bumi 7.4 SR yang diikuti tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018, sebagian besar sektor kehidupan, ekonomi, kesehatan, sampai ke pemerintahan di Kabupaten Sigi mengalami kelumpuhan. Yang tidak kalah penting, dampak psikologis yang terjadi pada guru berupa trauma bisa menimbulkan efek berkepanjangan dan memengaruhi proses kehidupan bermasyarakat.

“Untuk itu, perlu diberikan pendekatan khusus bagi guru yang penanganannya berbeda dengan korban bencana lainnya, salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis dukungan psikososial,” jelas Asrul Ahmad, Kepala Bidang Guru dan Lembaga Kependidikan.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah  dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti,  menyatakan, sebagai institusi yang memiliki salah satu tugas dan fungsi melaksanakan pembinaan guru, pihaknya perlu melakukan tindakan nyata membantu pemulihan dampak psikososial trauma bencana bagi guru-guru yang terdampak bencana di Kabupaten Sigi.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, harapannya akan bermuara pada pemulihan psikososial warga sekolah secara keseluruhan,” tutur Renani.

Yayah Ruchyati, selaku Sekretaris LPBI NU sekaligus penanggungjawab pelaksanaan Bimtek ini menyatakan, Pelaksanaan Bimbingan Teknis Dukungan Psikososial ini melibatkan 379 peserta dari 16 SMA dan SMK se Kabupaten Sigi, yang terbagi menjadi 4 kelompok dengan 4 titik pelaksanaan, yaitu di SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri  14.

Lebih lanjut Teh Yaya, sapaan akrabnya, menjelaskan, Para peserta ini akan mendapatkan pendampingan dari 40 guru yang sebelumnya telah mengikuti Training of Facilitator (TOF) selama tiga hari (11-13 Desember 2018) di MTs Al-Khairat.

“Bimtek ini adalah tindak lanjut dari Training Of Trainer (TOT) yang diikuti oleh 80 guru yang merupakan perwakilan dari SMA dan SMK se Kabupaten Sigi,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu tim penjamin mutu, perwakilan dari LPBI NU, Rahmat,  menjelaskan secara tehnis, dalam bimtek ini, peserta akan menerima sebanyak sembilan materi, diantaranya; Hak dan Perlindungan anak, Dukungan Psikososial Pascabencana, Pendidikan dalam situasi darurat, Skenario Pada situasi Darurat, Pemetaan Kapasitas, dan Rencana Respon Tanggap Darurat, serta Perangkat Pembelajaran pada situasi bencana

Bekerjasama Dengan Kemendikbud, LPBI NU Beri Dukungan Psikososial Bagi 380 Guru SMA dan SMK se Kab. Sigi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>