bsnk-LPBINUBank Sampah Nusantara pada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama memastikan akan mendukung program Indonesia Bebas Sampah 2020.

Program tersebut didorong pemerintah agar masyarkat memanfaatkan sampah menjadi sebuah produk ekonomi kreatif.

Direktur Utama BSN LPBI NU Fitria Ariyani mengemukakan BSN telah memiliki lebih dari 120 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia sejak didirikan pada 2016. Menurutnya, cabang BSN tersebut didirikan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membakar sampah sekaligus memberikan edukasi mengenali jenis sampah. Dengan begitumasyarakat dapat memisahkan jenis sampah yang dapat dimanfaatkan sehingga tidak langsung dibuang.

“Bank Sampah Nusantara (BSN) merupakan salah satu lembaga yang dibentuk oleh LPBI NU untuk pelestarian lingkungan. Visi kami adalah membantu dan mendorong program Indonesia Bebas Sampah 2020 Pemerintah dengan tagline ubah sampah menjadi berkah,” tuturnya, Rabu (21/3/2018).

Menurut Fitria beberapa jenis sampah telah dimanfaatkan BSN untuk membuat sejumlah produk seni lukisan sketsa wajah, miniatur transportasi, grafika koran bekas hingga produk yang bisa dimanfaatkan sehari-hari seperti case ponsel pintar, hiasan lampu dan gantungan kunci.

Menurutnya, BSN juga telah menggandeng BNI 46 untuk mendukung seluruh nasabah Bank Sampah NU agar memiliki transaksi berbasis perbankan.

“Kemudian untuk pengelolaan daur ulangnya, kami memiliki banyak produk yang kami buat dari lintingan koran hasil tabungan sampah nasabah. Selanjutnya untuk pengelolaan sampah plastik kami juga memiliki kegiatan ecobreak,” katanya.

Dia berharap BSN LPBI NU dapat membantu pemerintah dalam mendorong program Indonesia Bebas Sampah 2020, sehingga tidak ada lagi sampah terutama sampah plastik yang merupakan molekul poliester atau sulit diurai. Seperti diketahui, sampah plastik butuh waktu sekitar 500-1.000 tahun agar bisa terurai.

“Kami ingin membantu pemerintah dalam mendorong Program Indonesia Bebas Sampah 2020,” ujar Fitria.